<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127</id><updated>2012-02-09T22:59:07.187-08:00</updated><title type='text'>KATA Q-TA</title><subtitle type='html'>Setiap Kata Punya Cerita</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-7984077155128454227</id><published>2012-02-09T22:55:00.000-08:00</published><updated>2012-02-09T22:59:07.203-08:00</updated><title type='text'>Piknik Sastra Penuh Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--WHjJFe0oAQ/TzTAFvwEplI/AAAAAAAAAEo/xRCH15IKbhw/s1600/secoteng%2Bwonosobo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--WHjJFe0oAQ/TzTAFvwEplI/AAAAAAAAAEo/xRCH15IKbhw/s320/secoteng%2Bwonosobo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5707397832735237714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasanya tak ingin pulang ke rumah, itulah yang dirasakan olek sedulur SECOTENG yang baru saja menikmati nikmatnya berada di Istana Rumbia, Istana penuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sebelumnya berusuh ria di grup SECOTENG tentang all about Piknik Sastra, akhirnya, Sabtu, 12 November 2011, kami pun berangkat sesuai dengan kesepakatan awal, menuju Istana Rumbia Wonosobo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekuatan satu kompi yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jogjakarta, dari Batang hingga Magelang, dari Solo hingga Wonosobo, semua sedulur SECOTENG yang ikut pun berkumpul di stasiun Tugu-Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua mobil yang kami tumpangi pun melaju seirama dengan kelokan jalan menuju Istana Rumbia-Wonosobo. Dingin menyambut, namun semangat kami tak pernah surut. Setelah menuliskan warna-warni kata-kata di dinding Istana, acara pun dimulai, sambutan dari Suker Ganteng Batman Donatus A. Nugroho dan Bunda Maria Bo Niok seputar pengalaman dan keberadaan Istana Rumbia menjadi pembuka, kemudian dilanjutkan dengan launching Buku Kumpulan Puisi Lamunan Bidadari karya Mbak Nessa Kartika dan Novel Duet Twinlight karya Mbak Nessa Kartika dan Mbak Dian Nafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya sekedar launching bersama anggota SECOTENG, namun juga diskusi dan sharing bersama adik-adik SMP di Desa Lipursari-Wonosobo, berbagi menjadi sesuatu yang indah ketika kita saling berbagi ilmu dan cita-cita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda Maria Bo Niok pun menyuntikkan semangat kepada kami tentang arti sebuah perjuangan hidup, cita-cita, juga cinta kepada sesama, cinta kepada orang-orang yang haus akan ilmu dan buku, hingga berdirilah taman baca Istana Rumbia di tanah tinggi pegunungan Wonosobo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, Suker Donatus A. Nugroho, Bunda Astuti J. Syahban, Bunda Maria Bo Niok, Mbak Nessa Kartika, juga Banceuy Ambassador Kang Rick Luck melakukan siaran di Pesona FM Wonosobo seputar sastra, dan kemudian bertemu dengan Inayah Wahid (Putri Bungsu Gus Dur) dan tokoh-tokoh multikulturalisme di Wonosobo. Kang Rick Luck pun menjadi artis malam itu dengan bermonolog membaca cerpen dalam acara tersebut. Keren!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, saat kabut masih tersangkut di rumput. Kami sudah bersiap-siap untuk berwisata sejarah menuju Kawah Sikidang dan Candi Dieng. Canda dan tawa pun menjadi penghias sepanjang perjalanan. Meski hujan mengguyur, namun kebersamaan tetap diutamakan, meski harus menggunakan satu payung untuk berlima, itu indah, kawan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat malam datang, dengan ditemani kopi dan tempe kemul. Kami pun berdiskusi bersama Komunitas Jagong Budaya Wonosobo, tak cuma berbincang tentang kepenulisan, tapi juga tentang budaya yang mulai tergerus zaman. Penulis memang harus peka perkembangan zaman, namun budaya jangan dihilangkan. Akhirnya, setelah “merampok” jajanan khas wonosobo yang ada di Istana Rumbia, juga “mencuri” semangat yang tercetak di dinding-dinding Istana Rumbia, kami pun berpamitan membawa sejumput harapan tentang cita-cita kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan bulan november murni&lt;br /&gt;Menyambutku di tempat ini&lt;br /&gt;Namun janji kabut tak terpenuhi&lt;br /&gt;Aku masih terjaga di dini hari&lt;br /&gt;Tak ingin kehilangan matahari&lt;br /&gt;Dan embun pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU PENDOA BAGI KEBAIKAN BUMI&lt;br /&gt;CITA-CITA LUHUR ISTANA INI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kabut kuingatkan janji-janji&lt;br /&gt;Pada pagi bermatahari kutetapkan hati&lt;br /&gt;Pada embun pagi sahabat para pencari&lt;br /&gt;Kutitipkan pesan : AKU AKAN DATANG LAGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(DAN- tertulis halus di dinding Istana Rumbia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-7984077155128454227?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/7984077155128454227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=7984077155128454227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7984077155128454227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7984077155128454227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2012/02/piknik-sastra-penuh-cinta.html' title='Piknik Sastra Penuh Cinta'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--WHjJFe0oAQ/TzTAFvwEplI/AAAAAAAAAEo/xRCH15IKbhw/s72-c/secoteng%2Bwonosobo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-4851743770836233538</id><published>2012-02-09T22:40:00.000-08:00</published><updated>2012-02-09T22:52:39.223-08:00</updated><title type='text'>Reportase Kopdar Cendol Jateng-Yogya</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Flh6B6tTx9s/TzS-n45evvI/AAAAAAAAAEc/sw6ptdinbqs/s1600/SECOTENG%2Boke.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Flh6B6tTx9s/TzS-n45evvI/AAAAAAAAAEc/sw6ptdinbqs/s320/SECOTENG%2Boke.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5707396220282912498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;             Melaporkan (tidak) langsung dari Warung Djogja, Purawisata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kopdar berlangsung dengan baik hati sekali karena yang punya warung menyediakan makan, minum dan cemilan yang mak nyuzzz. Sebelum acara dimulai, para peserta dan narasumber seperti biasa melakukan aktifitas yang tidak bisa ditinggalkan, foto-foto. Kesempatan ini sangat luar biasa karena dihadiri oleh cendolers dari Jateng-DIY. Tak lupa menghadirkan bintang tamu yang soy geboy dari BONEKTIM (Bunda Titie Surya, Zahara Putri, dan Adin Albanna) dan dari BANCEUY (Suhe Herman yang selalu ngaku-ngaku ganteng).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Acara Kopdar ini juga dihadiri oleh suker yang tidak kalah ganteng dengan Tora Sudiro yaitu Suker Donatus A. Nugroho dan suker yang tidak kalah cantik dengan Dian Sastro yaitu Suker Ari Kinoysan dan Suker Nita Tjindarbumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Banyak pelajaran penting yang disampaikan oleh para suker, tidak hanya pelajaran dalam hal kepenulisan saja, tetapi juga dalam hal memaknai eksistensi seorang penulis. Itulah yang disampaikan oleh Mbak Ari Kinoysan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Di tengah keseriusan para suker memberikan materi dan motivasi tiba-tiba ada IKLAN!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           ------------------------------KEPSEK TELEPON------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kontan Telepon dari Kepsek Super Keren membuat para acara Kopdar gaduh. Kepsek dengan santainya kirim-kirim salam kepada semua peserta Kopdar tak terkecuali pada mbak-mbak pelayan resto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam acara Kopdar Jateng-Jogja, para peserta mendapat wejangan dari Mbak Ari Kinoysan. “Seorang penulis itu haruslah sabar, disiplin, dan tidak boleh menjatuhkan harga dirinya sendiri. Ia harus menghargai karyanya dengan sebaik-baiknya”. Hal itu bisa dibuktikan dengan cara menulis dan mengirim naskah yang ditulis dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Beliau juga mengatakan, “Jika kita ingin mengirim naskah ke penerbit, hal pertama yang harus dilakukan adalah benar-benar mengedit dengan sempurna. Jika perlu kita membayar seorang editor yang memang benar-benar mumpuni.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kopdar Jateng-Jogja ini juga menghasilkan sebuah keputusan yang istimewa, yaitu terbentuknya SECOTENG (SEdhuluran CendOl jaTEng dan NGayogyakarto) yang kemudian terbagi ke dalam cendol wilayah Kedu, Semarang, Wonosobo, dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;Sekian reportase kami laporkan live dari KAMAR MEYAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reporter&lt;br /&gt;Richa Miskiyya &amp;amp; Adin Albanna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-4851743770836233538?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/4851743770836233538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=4851743770836233538' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/4851743770836233538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/4851743770836233538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2012/02/reportase-kopdar-cendol-jateng-yogya.html' title='Reportase Kopdar Cendol Jateng-Yogya'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Flh6B6tTx9s/TzS-n45evvI/AAAAAAAAAEc/sw6ptdinbqs/s72-c/SECOTENG%2Boke.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-6761096227587566382</id><published>2012-01-25T00:04:00.000-08:00</published><updated>2012-01-25T00:30:21.219-08:00</updated><title type='text'>Membuka Kehidupan dengan Madre</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="justify" style="text-align:center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="'line-height:115%;font-family:font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;Untuk Blog Kontes Mizan.com - &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"  style="'line-height:115%;font-family:font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;www.mizan.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="'line-height:115%;font-family:font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="'line-height:115%;font-family:font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"  style="'line-height:115%;font-family:font-size:12.0pt;"&gt;Salam,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk Mbak Dee atas semua tulisan-tulisan Mbak yang begitu memesona. Saya begitu banyak menemukan banyak hal dalam tulisan Mbak Dee, tentang kehidupan, tentang kerja keras, kasih sayang antar sesama, namun juga ada komedi di dalamnya yang bisa membuat saya tertawa. Ya, bukankah kita juga butuh tawa dalam hidup ini? Tak hanya mengurusi politik yang lama-lama justru seperti dagelan yang tak lucu sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Perkenalkan, nama saya Richa Miskiyya, saya adalah seorang mahasiswa dan calon wisudawati di akhir bulan Januari ini pada salah satu Universitas Negeri di Semarang, hehe. Berbangga sedikit tidak apa-apa kan, mbak? Saya termasuk salah satu pembaca karya-karya Mbak Dee, salah satu yang membuat saya terpesona dengan Mbak Dee adalah dulu saya mengenal Mbak Dee sebagai seorang penyanyi dalam grup RSD, namun Mbak Dee kemudian menjadi seorang penulis novel terbitan mizan (www.mizan.com&lt;/span&gt;)&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt; yang best seller.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Dari perpindahan jalur itulah, saya melihat Mbak Dee adalah sosok perempuan yang berani, berani untuk memulai sesuatu yang baru. Tak tanggung-tanggung, dari tulisan-tulisan Mbak Dee, saya membaca ada ketotalan dalam setiap katanya. Rasa total untuk berbagi, berbagi tentang apa saja, tentang ilmu kehidupan, juga tentang cinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Saya juga salah seorang perempuan di Indonesia ini yang punya hobi menulis, dan beberapa tulisan saya sudah ada di media. Namun, saya tak ingin cepat puas. Saya ingin menulis dengan lebih baik lagi, dan dari karya Mbak Dee lah bisa saya jadikan untuk pemacu langkah saya berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Baru-baru ini saya membaca buku kumpulan cerpen Madre, dalam Madre saya menemukan banyak hal yang ternyata saya lewatkan begitu saja dalam hidup ini. Ternyata kehidupan ini memang tak bisa kita duga awal dan akhirnya, sejauh apapun kita melangkah, jika itu bukan jalan kita, maka kita justru akan dibelokkan ke jalan yang memang ditakdirkan untuk kita,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Madre tak hanya sebuah biang adonan roti, namun di dalam Madre juga terdapat biang kehidupan. Tentang sebuah garis keturunan yang menjadi biang lahirnya keturunan selanjutnya, tentang kesetiaan yang menjadi biang semangat hingga berkembanglah cinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Dari Madre pula, saya mendapat suatu arti kerja keras dan semangat. Karena dalam setiap pekerjaan yang tidak didasari dengan rasa cinta, semuanya akan berakhir sia-sia. Seperti cinta Tansen, Pak Hadi dan para pekerja toko roti pada Madre dan Tan de Bakker.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Cerita ini merupakan cerita yang kompleks, seperti roti berisi aneka rasa, coklat, kacang, selai nanas, stroberi, juga keju yang baru keluar dari panggangan. Hmmm....nikmat, dari luar tidak terlihat rasanya, namun dari baunya akan tercium bahwa roti ini enak. Dan ketika sudah memakannya, akan ditemukan banyak rasa yang sunggung mengejutkan, namun lagi-lagi, nikmat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Begitulah, Mbak Dee. Pengalaman saya membaca Madre, dan terima kasih untuk semua cerita-cerita yang mengenyangkan dan membuat saya tersenyum juga rindu untuk melahapnya berulang-ulang. Terima kasih, Mbak Dee. Saya tunggu cerita-cerita Mbak Dee selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IN" style="'font-size:"&gt;Dari &lt;strong&gt;Richa Miskiyya&lt;/strong&gt;, Untuk : Mizan.com (Membuka Kehidupan dengan Madre Untuk Blog Kontes Mizan.com - http://mizan.com/index.php Salam,Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk Mbak Dee atas semua tulisan-tulisan Mbak yang begitu memesona. Saya begitu banyak menemukan banyak hal dalam tulisan Mbak Dee, tentang kehidupan, tentang kerja keras, kasih sayang antar sesama, namun juga ada komedi di dalamnya yang bisa membuat saya tertawa. Ya, bukankah kita juga butuh tawa dalam hidup ini? Tak hanya mengurusi politik yang lama-lama justru seperti dagelan yang tak lucu sama sekali.Perkenalkan, nama saya Richa Miskiyya, saya adalah seorang mahasiswa dan calon wisudawati di akhir bulan Januari ini pada salah satu Universitas Negeri di Semarang, hehe. Berbangga sedikit tidak apa-apa kan, mbak? Saya termasuk salah satu pembaca karya-karya Mbak Dee, salah satu yang membuat saya terpesona dengan Mbak Dee adalah dulu saya mengenal Mbak Dee sebagai seorang penyanyi dalam grup RSD, namun Mbak Dee kemudian menjadi seorang penulis novel terbitan mizan (http://mizan.com/index.php ) yang best seller.Dari perpindahan jalur itulah, saya melihat Mbak Dee adalah sosok perempuan yang berani, berani untuk memulai sesuatu yang baru. Tak tanggung-tanggung, dari tulisan-tulisan Mbak Dee, saya membaca ada ketotalan dalam setiap katanya. Rasa total untuk berbagi, berbagi tentang apa saja, tentang ilmu kehidupan, juga tentang cinta.Saya juga salah seorang perempuan di Indonesia ini yang punya hobi menulis, dan beberapa tulisan saya sudah ada di media. Namun, saya tak ingin cepat puas. Saya ingin menulis dengan lebih baik lagi, dan dari karya Mbak Dee lah bisa saya jadikan untuk pemacu langkah saya berikutnya.Baru-baru ini saya membaca buku kumpulan cerpen Madre, dalam Madre saya menemukan banyak hal yang ternyata saya lewatkan begitu saja dalam hidup ini. Ternyata kehidupan ini memang tak bisa kita duga awal dan akhirnya, sejauh apapun kita melangkah, jika itu bukan jalan kita, maka kita justru akan dibelokkan ke jalan yang memang ditakdirkan untuk kita,Madre tak hanya sebuah biang adonan roti, namun di dalam Madre juga terdapat biang kehidupan. Tentang sebuah garis keturunan yang menjadi biang lahirnya keturunan selanjutnya, tentang kesetiaan yang menjadi biang semangat hingga berkembanglah cinta.Dari Madre pula, saya mendapat suatu arti kerja keras dan semangat. Karena dalam setiap pekerjaan yang tidak didasari dengan rasa cinta, semuanya akan berakhir sia-sia. Seperti cinta Tansen, Pak Hadi dan para pekerja toko roti pada Madre dan Tan de Bakker.Cerita ini merupakan cerita yang kompleks, seperti roti berisi aneka rasa, coklat, kacang, selai nanas, stroberi, juga keju yang baru keluar dari panggangan. Hmmm....nikmat, dari luar tidak terlihat rasanya, namun dari baunya akan tercium bahwa roti ini enak. Dan ketika sudah memakannya, akan ditemukan banyak rasa yang sunggung mengejutkan, namun lagi-lagi, nikmat.Begitulah, Mbak Dee. Pengalaman saya membaca Madre, dan terima kasih untuk semua cerita-cerita yang mengenyangkan dan membuat saya tersenyum juga rindu untuk melahapnya berulang-ulang. Terima kasih, Mbak Dee. Saya tunggu cerita-cerita Mbak Dee selanjutnya.Dari Richa Miskiyya, Untuk : Mizan.com (www.mizan.com)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-6761096227587566382?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/6761096227587566382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=6761096227587566382' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/6761096227587566382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/6761096227587566382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2012/01/membuka-kehidupan-dengan-madre.html' title='Membuka Kehidupan dengan Madre'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-7355681140230368985</id><published>2011-11-08T00:18:00.000-08:00</published><updated>2011-11-08T00:19:55.134-08:00</updated><title type='text'>PENGUMUMAN 20 NOMINE SAYEMBARA MENULIS CERPEN BELISTRA 2011</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sepatah Kata dari Dewan Juri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kurnia Effendi – Raudal Tanjung Banua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cerpen Masih Memiliki Masa Depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan  di atas seperti datang dari seorang yang bangkit optimis setelah lama  merindukan cerpen-cerpen yang baik (dan mencerahkan). Cerpen yang setiap  pekan hadir melalui koran edisi minggu atau secara berkala muncul di  sejumlah majalah, bagai selingan saja. Dibutuhkan untuk membunuh waktu,  “habis dibaca sekali duduk” menurut Allan Poe, dan kembali lenyap  kecuali kelak menjadi buku. Sementara di toko-toko pustaka, orang ramai  memborong novel, hampir melupakan cerita pendek. Mereka yang  berharap-harap peruntungan dari cerpen semata para penulisnya sendiri.  Dengan sepatah-dua ulasan mengenai cerpen membuat hati pengarangnya  sedikit senang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lomba cerpen Belistra menunjukkan bahwa masih  banyak kaum muda senang menulis cerpen. Persoalan berikutnya adalah:  sekadar menulis atau terampil mengolah gagasan menjadi sajian yang  menggetarkan. Tema yang dibebaskan sesungguhnya menarik untuk  dieksplorasi menjadi segala sesuatu yang hampir tak mungkin dan  pembaruan yang ditunggu-tunggu. Dari jumlah cerpen yang masuk, pada  pembacaan putaran pertama kami langsung terperas tinggal seperenamnya.  Artinya, memang tidak mudah menulis cerpen. Sekaligus, tak sulit menulis  cerpen, bila menyertakan keterlibatan emosi untuk menghidupkannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berbagai  pokok pikiran dan teknik menyampaikannya kepada pembaca, pertama kali  harus memenuhi syarat tentang penguasaan penggunaan bahasa. Itulah  kendaraan bagi sang pengarang. Cerita yang baik, “anehnya”, justru yang  mengandung ironi, kejutan di sana-sini, ungkapan yang tak klise, dan  sentuhan humor dengan mata ganda: membuat tertawa dan menyindir. Dari  seperenam yang terpilih bergerak dalam wilayah: realisme, kearifan  lokal, satir, romansa, semi mitologi, dan sejarah. Memang belum sampai  pada absurditas, tetapi kami dapat mengatakan bahwa sebagian pengarang  akan membawa cerpen ke masa depan yang cukup terang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak  karier menulis dimulai dari kompetisi, karena medium ini menjadi semacam  cara uji. Sejauh mana kemampuan seorang penulis bersaing untuk menjadi  yang pantas dan belajar pada cakrawala sastra yang lebih luas. Belistra  telah memberikan kesempatan yang baik bagi para mahasiswa, yang juga  dimanfaatkan dengan baik. Pada putaran pembacaan kedua, dengan mudah  terpilih urutan. Semua ini tentu bersandar pada selera, meskipun disusun  melalui kriteria yang cukup mendasar: keterampilan berbahasa, logika  fiksi, teknik penyampaian, dan pesona yang ditawarkan. Bagi kami yang  juga menyandang “profesi” penulis cerpen, bacaan seperti ini sungguh  karib dan tentu mengharapkan sesuatu yang “out of the box”. Meskipun  tidak terpenuhi keinginan itu, namun sekali lagi kami mengatakan bahwa  cerpen masih memiliki harapan dan masa depan. Mudah-mudahan bakat mereka  terasah dan masing-masing memiliki daya tahan sehingga sanggup menulis  dalam usia yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kecintaan terhadap sastra, kami memilih dan memutuskan 20 nominasi pemenang sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenggok, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Angga Aryo Wiwaha&lt;/span&gt; (STAIN Purwokerto)&lt;br /&gt;Saksi, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Zakiya Sabdosih&lt;/span&gt; (Univesitas Brawijaya-Malang)&lt;br /&gt;Aku Sayang Luisa, karya H&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ermawati Nur Zulaikha&lt;/span&gt; (Institut Pertanian Bogor)&lt;br /&gt;Tari Api Jefa Nugraheni Sunu, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Royyan Julian&lt;/span&gt; (Universitas Negeri Malang)&lt;br /&gt;Gambalu, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ahmad Ijazi H.&lt;/span&gt;  (UIN Sultan Syarif Kasim- Riau)&lt;br /&gt;Bulan Kebabian, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Eko Triono&lt;/span&gt; (Universitas Negeri Yogyakarta)&lt;br /&gt;Prenjak, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Raymon Tulus Y.&lt;/span&gt; (Universitas Padjadjaran-Bandung)&lt;br /&gt;Kepala, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mega Fitriyani&lt;/span&gt; (Universitas Gadjah Mada-Yogyakarya)&lt;br /&gt;Malaikat Rumah Rahwa, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nur Afif Kadir&lt;/span&gt; (Universitas Muhammadiyah Malang)&lt;br /&gt;Ibu Menyanyi Untukku, Aku Menyanyi untuk Ibu, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dodi Prananda&lt;/span&gt; (Universitas Indonesia)&lt;br /&gt;Cinta dari Kampung yang Hilang, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;M. Nur Fahrul Lukmanul Khakim&lt;/span&gt; (Universitas Negeri Malang)&lt;br /&gt;Aku, Perempuan, dan Pak Kacong, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lukman Hakim Ag.&lt;/span&gt; (STITA)&lt;br /&gt;Epos Senja, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Amanatia Junda S.&lt;/span&gt; (Universitas Gadjah Mada-Yogyakarya)&lt;br /&gt;Februari, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Septantya Chandra Pamungkas&lt;/span&gt; (Univesitas Brawijaya-Malang)&lt;br /&gt;Kembang Turi, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Widya Nurrohman&lt;/span&gt; (Universitas Airlangga-Surabaya)&lt;br /&gt;Surat untuk Izrail, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Richa Miskiyya&lt;/span&gt; (IAIN Walisongo-Semarang)&lt;br /&gt;Warung Nyi Taslima, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Badrul Munir Chair&lt;/span&gt; (UIN Sunan Kalijaga-Yogyakarta)&lt;br /&gt;Dara  Jingga, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sulfiza Ariska&lt;/span&gt; (UT UPBJJ Yogyakarta)&lt;br /&gt;Kampus Perjuangan, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anita Rachmawati&lt;/span&gt; (Univesitas Brawijaya-Malang)&lt;br /&gt;Lagu untuk Ibu, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Thoni Mukharrom I.A.&lt;/span&gt; (Universitas PGRI Ronggolawe-Tuban)&lt;br /&gt;Penantian Satu Wajah, karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nur Inayah Syar&lt;/span&gt; (Universitas Negeri Makassar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada  seluruh nomine lomba cerpen Belistra, kami menyampaikan selamat. Bagi  yang belum beroleh kesempatan, karena satu dan lain hal, tidak perlu  berkecil hati. Pesan kami kepada seluruh peserta: jangan berhenti  menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Panitia:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Daftar karya di atas tidak berdasarkan urutan pemenang. Dengan  dipublikasinya hasil keputusan dewan juri ini, UKM Belistra FKIP Untirta  mengundang kepada seluruh nomine untuk menghadiri “Belistra Bergema:  Meretas Cinta Lewat Sastra” pada Senin, 21 November 2011, bertempat di  Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). &lt;br /&gt;  Adapun  acara yang terangkum di dalamnya adalah Seminar Menulis dengan pembicara  Kurnia Effendi (salah satu juri) serta Pengumuman Pemenang dan Malam  Penganugerahan  bagi para Jawara Sayembara Menulis Cerpen UKM Belistra  FKIP 2011. Surat resmi akan kami kirimkan melalui e-mail masing-masing  nomine dan mohon untuk mengonfirmasi kehadiran, paling lambat 16  November 2011.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Narahubung:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tri Megaraesita (Ketua Pelaksana Sayembara Menulis Cerpen Belistra 2011 - 087774121439)&lt;br /&gt;Anom Fajar Puji Asmoro (Ketua Umum UKM Belistra FKIP Untirta - 081906494706)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam takzim.&lt;br /&gt;Panitia Sayembara Menulis Cerpen Belistra 2011&lt;br /&gt;UKM Belistra FKIP Untirta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://ukmbelistra.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-7355681140230368985?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/7355681140230368985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=7355681140230368985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7355681140230368985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7355681140230368985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2011/11/pengumuman-20-nomine-sayembara-menulis.html' title='PENGUMUMAN 20 NOMINE SAYEMBARA MENULIS CERPEN BELISTRA 2011'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-3706695513181233963</id><published>2011-10-24T01:58:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T02:01:16.624-07:00</updated><title type='text'>Ulang Tahun Terindah</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:Arial;  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;             Oleh : Richa Miskiyya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Nana hari ini berangkat sekolah dengan senyum ceria, di tangannya tergenggam tumpukan kertas warna-warni. Kertas-kertas itu adalah undangan pesta ulang tahunnya yang akan dirayakan lusa, hari Minggu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Sesampainya di sekolah, bel masuk belum berbunyi. Nana pun segera membagikan undangan yang ia bawa kepada teman-teman sekelasnya di kelas VI B.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Datang ke pesta ulang tahunku, ya,” ujar Nana sambil membagikan undangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Wah, makasih, Nana. Kita pasti datang,” ucap Winda yang tengah berkumpul dengan teman-teman yang lain di bangku belakang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Setelah semua undangan selesai dibagikan, Nana pun menuju bangkunya di deretan nomer dua dari depan. Teman-teman yang menerima undangan dari Nana terlihat gembira, namun saat melihat Fifi, teman sebangkunya, Nana tidak melihat kegembiraan seperti teman-temannya yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Fi, kamu kenapa? Tidak suka menerima undangan dariku, ya?” tanya Nana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Fifi yang ditanya seperti itu hanya menggeleng. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Lalu kenapa?”tanya Nana lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Aku teringat dengan Vira, adikku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Vira kenapa? Sakit?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Bukan, Vira lima hari lagi ulang tahun dan dia ingin sekali ulang tahunnya dirayakan, ia juga merengek minta dibelikan kue ulang tahun. Tapi kamu tahu keadaan keluargaku bukan? Keluargaku hidup sederhana dan tidak punya cukup uang untuk membuat pesta ulang tahun untuk Vira,”jelas Fifi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Nana terdiam, ia jadi teringat rengekannya pada Papa dan Mama seminggu yang lalu untuk membuat pesta ulang tahun untuknya dan meminta hadiah sepeda baru, padahal sepedanya masih bagus karena memang jarang ia gunakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Nana kenal baik dengan Vira. Vira adalah adik Fifi yang sekarang duduk di kelas III di sekolah yang sama dengan Nana dan Fifi. Vira pun bersahabat dengan adik Nana yang bernama Mita karena mereka sama-sama duduk di kelas III.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36.0pt; line-height:150%" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;----- ----- -----&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Sesampainya di rumah, Nana langsung menuju ke dapur. Dilihatnya Mama dan Mbok Yah sedang mengelap piring dan gelas yang akan digunakan besok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Setelah mencium tangan Mama, Nana pun segera duduk di samping Mama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Kok anak Mama sedih? Kenapa sayang? Mama dan Papa kan sudah menuruti keinginan Nana untuk merayakan ulang tahun, kok masih sedih?” Nana masih tetap diam tak menjawab pertanyaan Mama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Kenapa sayang? Nana mau minta hadiah apa selain sepeda?” tanya Mama penuh sayang. Nana dan Mita adiknya memang berasal dari keluarga berada, sehingga mau minta apapun pasti dituruti oleh Mama dan Papanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Ng...Nana gak mau hadiah sepeda, Ma. Nana mau minta hadiah lain,” ucap Nana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Memangnya Nana mau minta apa? Baju baru, sepatu baru, atau boneka?” tanya Mama sambil tetap mengelap piring.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Nana menggelangkan kepalanya. Mama yang melihat gelengan kepala Nana pun mengerutkan dahi, bingung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Lho, tadi katanya mau minta hadiah? Kok malah geleng-geleng?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Nana pun mendekati Mamanya dan membisikkan sesuatu di telinga Mama. Mendengar keinginan Nana, Mama mengerutkan dahinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Boleh ya, Ma?”rajuk Nana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Mama pun akhirnya tersenyum, “Iya, Sayang. Boleh banget...,” jawab Mama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Papa gimana, Ma? Setuju gak ya?” tanya Nana bimbang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Papa pasti setuju sayang, biar nanti Mama yang bicara ke Papa.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Makasih, Ma,” Nana pun langsung memeluk dan mencium pipi Mamanya saat tahu keinginannya dikabulkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36.0pt; line-height:150%" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;----- ----- -----&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Esok harinya di sekolah, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Fi, besok Vira diajak ke pesta ulang tahunku juga ya,” kata Nana pada Fifi saat jam istirahat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Tapi Na...”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Nggak ada tapi-tapian, kalian gak perlu bawa kado. Kalian sudah aku anggap seperti saudara, jadi datang ya, jangan lupa ajak Vira juga,” ucap Nana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Fifi pun tersenyum mendengar ucapan Nana. “Iya, Na. Besok aku ajak adikku ke pesta ulang tahunmu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36.0pt; line-height:150%" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;----- ----- -----&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Hari minggu yang ditunggu-tunggu Nana akhirnya datang juga. Ruang tamu sudah dihiasi dengan aneka balon dan kertas warna-warni. Kue dan makanan pun sudah disiapkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Teman-teman Nana sudah banyak yang berdatangan, tapi acara belum juga dimulai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Acaranya mau dimulai kapan, Kak?” tanya Mita yang sudah tak sabar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Bentar, Dek. Nunggu Fifi sama Vira,” jawab Nana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Akhirnya tak berapa lama, yang ditunggu pun datang. Papa pun segera memberikan sedikit sambutan dan ucapan terima kasih. Setelah Papa memberikan sambutan, Nana pun ikut memberikan sambutannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;“Terima kasih untuk &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;teman-teman yang sudah mau datang ke pesta ulang tahunku. Sebenarnya ini nggak cuma pesta ulang tahunku saja, tetapi juga pesta ulang tahun Vira, adiknya Fifi yang akan berulang tahun tiga hari lagi. Jadi untuk Vira, sini maju ke depan,” Fifi dan Vira pun kebingungan, mereka tak tahu jika Nana juga membuat pesta untuk Vira. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pesta berlangsung meriah, tak hanya teman sekelas Fifi dan Nana yang datang, tapi teman-teman sekelas Vira dan Mita juga datang. Ternyata Nana juga menyebarkan undangan untuk teman-teman sekelas Vira dibantu adiknya, Mita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Vira pun maju ke samping Nana malu-malu ditemani Fifi dan diiringi tepukan tangan yang meriah. Nana memang sengaja ingin memberi kejutan untuk Fifi dan Vira yang ingin ulang tahunnya dirayakan. Akhirnya Nana pun mengganti permintaan hadiah sepedanya dengan permintaan untuk merayakan ulang tahun bersama dengan Vira.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Vira pun terharu ketika melihat kue ulang tahun di depannya dihiasi namanya dan nama Nana. Mereka pun meniup lilin dan memotong kue ulang tahun berdua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Tak henti-hentinya Vira menebar senyuman, ia terlihat sangat gembira karena ulang tahunnya bisa dirayakan. Nana pun sangat bahagia sekali karena ia bisa berbagi kebahagiaan bersama Vira di hari ulang tahunnya. Di akhir pesta, Papa pun memimpin do’a untuk Nana dan Vira.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Kini Nana sadar, ulang tahun bukanlah soal kado yang bagus dan mahal, tetapi bagaimana kita harus bersyukur kepada Tuhan dan mau berbagi kepada sesama. Baginya, ini adalah ulang tahun terindah.*&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Dimuat di Yunior-Suara Merdeka, Minggu, 23 Oktober 2011)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-3706695513181233963?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/3706695513181233963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=3706695513181233963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3706695513181233963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3706695513181233963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2011/10/ulang-tahun-terindah.html' title='Ulang Tahun Terindah'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-4561576040406475740</id><published>2011-10-16T07:30:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T07:34:13.548-07:00</updated><title type='text'>Salsa Hitam Manis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;Oleh: Richa Miskiyya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;SALSA  pulang sekolah dengan wajah bersungut-sungut, padahal tidak biasanya  Salsa yang selalu ceria tiba-tiba kali ini pulang dengan wajah mendung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;Mama  yang melihat anak bungsunya langsung masuk kamar pun kaget, biasanya  Salsa selalu memberi salam lalu datang ke meja makan atau dapur untuk  mencari Mama dan menanyakan apa menu makan siang hari ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;Tapi hari ini beda, Mama pun menemui Salsa di kamarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;“Sayang kenapa?” Mama membelai rambut Salsa yang sedang tiduran dan menutupi wajahnya dengan bantal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;Salsa  hanya menggelangkan kepala tanpa memperlihatkan wajahnya. Mama paham,  itu artinya Salsa sedang tidak mau bicara dan tidak mau dipaksa untuk  bicara. Mama akan menunggu Salsa untuk bercerita sendiri.&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;Malamnya  Salsa hanya membolak-balik buku pelajarannya, PR yang harus ia  selesaikan belum satu nomor pun ia kerjakan. Pikirannya teringat  kejadian tadi siang di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;”Sa, kamu pas kecil enggak pernah minum susu ya?” tanya Bonar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;”Aku minum susu terus kok, memangnya kenapa?” jawab Salsa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;”Ah, mana mungkin, itu buktinya kulit kamu hitam, kalau minum susu kan putih, &lt;i&gt;hahahaha,&lt;/i&gt;” ternyata kata-kata Bonar hanya untuk meledek Salsa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;”Salsa hitam...Salsa hitam....kulit manggis, &lt;i&gt;hahaha,&lt;/i&gt;” ledek Bonar dan teman-temannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;Salsa yang mendengar ledekan Bonar dan teman-temannya membuat mata Salsa memerah dan hampir menangis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;Salsa melihat foto keluarga yang ia letakkan di meja belajarnya, ada Papa, Mama, Salsa, dan Mbak Dina.&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;”Kenapa aku enggak seperti Mbak Dina?” ucap Salsa lirih&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; seraya memandang kulitnya yang sedikit gelap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;Salsa memang berbeda dengan Mbak Dina, kakak semata wayangnya yang sekarang duduk di kelas &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;VII&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; SMP itu kulitnya putih seperti Mama, cantik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;”Kenapa aku harus berkulit hitam seperti Papa, pikir Salsa. Papa meskipun hitam tapi gagah&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; karena Papa tentara&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, sedangkan aku? &lt;i&gt;Hufht&lt;/i&gt;....” Salsa menghembuskan napasnya.&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;Tanpa disadarinya, Mama sudah berada di pintu kamarnya dan berjalan menghampiri Salsa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;”Salsa kenapa? &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kamu sakit?” Mama segera meraba kening Salsa, tapi tidak panas.&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;”Kalau Salsa ada masalah, cerita ke Mama ya&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;,&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;S&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ayang&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;,&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;” kata Mama dengan senyum.&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;Salsa  pun akhirnya menceritakan jika ia sering diledek teman-temannya di  sekolah karena kulitnya yang hitam. “Hitam itu kan jelek, Ma,” ujar  Salsa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;”Sayang...&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;siapa bilang anak Mama ini tidak cantik? &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;C&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;antik itu tidak harus dari luar, yang penting hati kita harus cantik&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. K&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ita  harus selalu berbuat baik pada siapa pun, kita juga tidak boleh  membeda-bedakan teman, entah itu dia berkulit putih atau berkulit hitam&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;“Meskipun  seseorang itu putih tapi hatinya buruk, sering iri dan dengki, itu juga  percuma. Kita itu harus selalu ramah dan tidak boleh membenci orang  lain. Kalau ada yang meledek, Salsa tidak boleh balas meledek, apalagi  membenci. &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Satu lagi, anak Mama ini meskipun hitam tapi hitam manis, semanis buah manggis&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;,&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;” nasihat Mama seraya memeluk Salsa penuh kasih sayang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: times new roman,times;"&gt;Salsa  pun kini sadar, kita harus mensyukuri apa yang telah diberikan oleh  Allah, dan yang penting bukan kulit yang putih, tapi hatilah yang harus  putih dan bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Harian Lampung Post, Sabtu 15 Oktober 2011, Share For link&lt;/span&gt;&lt;span class="messageBody translationEligibleUserMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.lampungpost.com/dunia-anak/12196-salsa-hitam-manis.html" target="_blank" rel="nofollow nofollow"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;http://www.lampungpost.com/dun&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ia-anak/12196-salsa-hitam-mani&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;s.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-4561576040406475740?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/4561576040406475740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=4561576040406475740' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/4561576040406475740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/4561576040406475740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2011/10/salsa-hitam-manis.html' title='Salsa Hitam Manis'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-8332425894156820758</id><published>2011-10-16T07:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T07:29:47.005-07:00</updated><title type='text'>Biar Nggak Jadi Plagiator</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;Oleh : Richa Miskiyya            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:36.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Akhir-akhir ini banyak banget yang ngomongin soal plagiat and jiplak-jiplakkan karya, hal ini banyak disebabkan karena budaya malas yang udah menggerogoti bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:36.0pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Selain itu juga bisa disebabkan karena banyak alasan, dari yang ingin dapat nilai bagus dengan makalah hasil jiplakan saat kuliah, sampai ingin jadi terkenal tapi dengan cara yang tak wajar, so kamu gak mau kan disebut plagiator and mau jadi inovator, simak tips dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Banyak Baca&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Kamu harus banyak baca buku buat nambah pengetahuan, karena dari pengetahuan yang banyak itu kamu bisa dapat banyak ide yang bagus dan mak nyusss. Baca juga merupakan aktivitas untuk memperkaya dan memperdalam pemahaman kita akan suatu hal. Katakan, &lt;i&gt;No Day Without Reading&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Inovasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Berinovasi adalah bikin sesuatu yang baru dan beda, jangan sampai apa yang kamu dapat, kamu tiru and jiplak habis, tapi kamu juga harus bisa berinovasi untuk bikin yang lebih bagus. Jika sesuatu yang kamu bikin itu bukan hal baru, maka buatlah sesuatu itu menjadi beda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt; &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Jangan Potong Kompas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Potong kompas alias cari jalan pintas buat jadi yang terbaik harus dihindari, karena lama-kelamaan, dan kalo udah jadi kebiasaan, tindakan kamu itu bisa jadi penyakit akut dan mempengaruhi kreativitas. Potong kompas hanya dimiliki orang-orang yang malas dan nggak mau berusaha keras dalam mencapai sesuatu dengan benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt; &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Jiwa Kompetisi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Jiwa kompetisi adalah sikap untuk selalu mau bersaing secara sehat. Jangan menghalalkan segala cara, kita harus berjiwa kesatria dalam berlomba. Dengan mempunyai jiwa kompetisi, kita akan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dengan jalan yang baik pula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt; &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Bisa Milih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Kita harus bisa memilah dan memilih mana yang bagus dan mana yang nggak bagus, jangan sampai kita terjerumus ke dalam hal-hal yang sesat, hingga akhirnya jadi plagiator. Pilihlah jalan yang sesuai dengan hati nurani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Proses&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Kita harus menanamkan di hati dan pikiran kita kalo proses adalah hal yang utama yang harus dilalui dalam sukses. Usaha yang keras dalam menghasilkan sesuatu akan terasa nikmat hasilnya ketimbang dengan cara instan, karena kebahagiaan akan menjadi lebih membahagiakan ketika dihasilkan dengan kerja keras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;So, berinovasilah dan berproseslah, jangan jadi plagiator, oke! Dosa tau!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dimuat di Annida Online, share for link &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span class="messageBody translationEligibleUserMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;a href="http://www.annida-online.com/artikel-4184-tips-biar-nggak-jadi-plagiator.html" target="_blank" rel="nofollow nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.annida-online.com/a&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;rtikel-4184-tips-biar-nggak-ja&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;di-plagiator.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-8332425894156820758?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/8332425894156820758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=8332425894156820758' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/8332425894156820758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/8332425894156820758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2011/10/biar-nggak-jadi-plagiator.html' title='Biar Nggak Jadi Plagiator'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-7409678021597091869</id><published>2011-09-25T01:19:00.000-07:00</published><updated>2011-09-25T01:27:09.031-07:00</updated><title type='text'>Suara Malam</title><content type='html'>&lt;b&gt;Oleh Richa Miskiyya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;     Suara itu selalu terdengar setiap malam, seperti erangan orang yang  hampir tercekik. Ketika pertama kali tinggal di rumah ini aku merasa  terganggu dengan suara itu, bahkan pernah hampir semalaman aku tak dapat  tidur karenanya. Suara itu bukan suara tikus, bukan suara kucing, bukan  pula suara hantu. Suara itu adalah suara manusia, manusia biasa, bukan  manusia jadi-jadian, bukan pula manusia yang sedang dirasuki jin atau  semacamnya. Santi, begitulah ia dipanggil. Dia tetanggaku di tempatku  yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Itu siapa, bu?” tanyaku pada Ibu saat pertama kali pindah di rumah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “O...itu suara Mbak Santi” jawab Ibuku yang memang sudah kenal Mbak  Santi karena aku dan Ibuku memang pindah ke desa dimana Ibuku  dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mbak Santi umurnya sekitar dua tahun di bawah Ibu  yang sekarang sudah berumur hampir empat puluh tahun, namun tingkahnya  masih serupa anak-anak. Awalnya ia seorang anak yang normal. Namun, saat  usia 10 tahun, ia terpeleset di kamar mandi. Kepalanya terbentur  lantai, tak ada orang yang tahu hingga beberapa jam kemudian ia baru  ditemukan kakaknya. Kata dokter peredaran darah ke otaknya tak lancar  hingga kemudian sarafnya pun sedikit terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mbak Santi  seringkali menceracau tak jelas saat malam. Kata Budhe Mayang yang tak  lain adalah kakak kandung sekaligus yang merawat Mbak Santi, ia sedang  berbicara dengan “teman” nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                 *    *    *   &lt;br /&gt;     Malam yang sepi,  hingga suara Mbak Santi pun terbawa angin hingga kamarku. Lamunanku  terbawa ke mana-mana. Membayangkan apa yang sedang diobrolkan Mbak Santi  bersama “teman”nya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mungkinkah Mbak Santi mengobrolkan  film-film yang ada di televisi, aku membayangkan Mbak Santi ngobrol  tentang Band-band baru, tentang lagu-lagu baru, juga tentang  berita-berita korupsi atau gosip artis yang ada di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan  sekarang Mbak Santi juga sedang menyanyi lagu Band terbaru seperti  teman-temanku. Aku pun jadi tertawa sendiri membayangkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “Kamu kok tertawa sendiri, Din?” terdengar suara Ibu yang ternyata sudah berdiri di pintu kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ibu mendekatiku, dan aku pun tidur bermanja belaian Ibu di  pangkuannya. Hanya Ibu milikku satu-satunya, karena Ayah dan adikku  meninggal dalam kecelakaan motor ketika mengantar Dek Wildan berangkat  sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Enggak apa-apa Bu, sedang membayangkan sesuatu.”&lt;br /&gt;    “Membayangkan apa, Din?” tanya Ibu seraya membelai rambutku.&lt;br /&gt;    “Mbak Santi itu baik ya, Bu. Makanya orang-orang di kampung ini baik  sama Mbak Santi, meskipun Mbak Santi itu berbeda tapi orang-orang nggak  ada yang jahat sama MbakSanti,” ucapku tentang Mbak Santi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “Ya itu memang harus Din, meskipun Mbak Santi itu berbeda, bisa jadi  dia lebih mulia dan lebih disayang Allah, makanya kita sebagai orang  yang beragama jangan pernah membedakan orang hanya dari fisiknya saja,”  kata Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Apa itu juga yang membuat Ibu memilih tinggal di kampung ini setelah Ayah dan Wildan tidak ada?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Begitulah nak, di kampung ini Ibu mendapatkan orang-orang yang sayang dan saling peduli terhadap sesama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kami berdua pun terdiam sejenak ketika suara malam yang tadi berhenti  kini muncul kembali. “Mbak Santi menemukan kebahagiaan dengan caranya  sendiri, setiap orang berhak berbahagia asal tak bertentangan dengan  agama, maka biarkan ia bahagia,” kata Ibu dengan bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Aku pun menganggukkan kepalaku dan tersenyum tanda setuju dengan kata-kata Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                    *    *    *&lt;br /&gt;     Sudah  dua hari ini Mbak Santi menghilang, suara malam pun tak terdengar dari  bibirnya. Biasanya Mbak Santi memang sering menghilang, tapi tak pernah  lama, hanya satu hingga tiga jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Budhe Mayang semakin keras  tangisnya. Ia tak henti menyalahkan dirinya sendiri. Ia menceracau tak  karuan. Suaminya di sampingnya pun menenangkannya seraya membimbing  Budhe Mayang untuk terus beristighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       “Istighfar Bu. Istighfar,” ujar Pakdhe Hanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Budhe Mayang pun sedikit tenang dan mulai melafalkan kalimat istighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Astaghfirullahaladzim...Astaghfirullahaladzim...,” ucap Budhe Mayang dengan nada tersengal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hingga  malam ini, dua hari sudah Mbak Santi menghilang. Entah kemana Mbak  Santi perginya, bahkan ada suara yang mengatakan jika Mbak Santi diculik  jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Tapi entahlah, kemana pun Mbak Santi pergi semoga ia baik-baik saja, harapku. Tiba-tiba dari arah jalanan depan rumah, aku mendengar tapak orang yang berlarian dengan tergesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Akupun  segera meraih jilbab yang tergantung di belakang pintu dan berlari ke  depan teras. Aku hampir saja bertabrakan dengan Ibu di ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Samar-samar aku mendengar jika Mbak Santi telah ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      “Tapi di mana?” pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Semua  orang di kampung keluar dari rumah. Kampungku terasa ramai serupa ada  hajatan besar. Kami semua berkeinginan untuk menjemput Mbak Santi di  tempat ia ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jalanan yang gelap dan sedikit becek karena hujan tadi sore tak menyurutkan kami untuk menuju ke tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tempat  yang biasanya gelap tiba-tiba berubah menjadi terang. Banyaknya  orang-orang yang membawa senter dan lampu petromak membuat tempat ini  menjadi tak lagi menyeramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Semua mata terhenti pada satu titik pusara di tengah hamparan rumah masa depan di kampung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Di  atas pusara itu meringkuk tubuh seorang perempuan yang sangat kami  kenal, perempuan dengan nyanyian khasnya, nyanyian kebahagiaan di setiap  malamnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Mata itu terpejam, tubuhnya dingin, nafasnya menguap  habis bersama angin malam, namun tangan itu memeluk hangat batu penanda  tanah penuh kembang yang bertuliskan sebuah nama, SITI AMINAH, Ibunda  Mbak Santi dan Budhe Mayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku kini baru sadar jika segala  nyanyiannya tiap malam adalah nyanyian kerinduan, kerinduan penuh doa  untuk Ibunda tercinta, juga kerinduan penuh doa kepada Yang Esa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;*(Richa Miskiyya&lt;/b&gt;,.  mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAIN Walisongo  Semarang. Tulisan-tulisannya tersebar di beberapa media dan antologi  bersama penulis lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Dimuat di Harian Serambi Indonesia. Minggu, 25 September 2011)&lt;/span&gt;, copas dari link&lt;br /&gt;http://aceh.tribunnews.com/2011/09/25/suara-malam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-7409678021597091869?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/7409678021597091869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=7409678021597091869' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7409678021597091869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7409678021597091869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2011/09/suara-malam.html' title='Suara Malam'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-3219991013055115818</id><published>2011-09-11T01:15:00.001-07:00</published><updated>2011-09-11T01:20:23.339-07:00</updated><title type='text'>LOMBA RESENSI DUA SISI SUSI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ltgRWO9R34A/TmxvHyN0ulI/AAAAAAAAADw/u4BLuX_Dfjs/s1600/Dua%2BSisi%2BSusi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 290px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ltgRWO9R34A/TmxvHyN0ulI/AAAAAAAAADw/u4BLuX_Dfjs/s320/Dua%2BSisi%2BSusi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651013811972651602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Avada Kedabraaaaaaaaaaaaaa....!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Kini saatnya kalian mengungkapkan rasa cinta dan benci kalian terhadap buku&lt;strong&gt; DUA SISI SUSI: Buku Paling Mematikan&lt;/strong&gt; melalui Lomba Menulis Resensi Dua Sisi Susi. &lt;/p&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;p&gt;Lomba ini sangat ringan dan rileks meski membedah buku di deretan  Best Seller... Kalau kalian memiliki indra ke-6, inilah saat terbaik  kalian memaki dan menyanjung Susi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOMBA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syarat Lomba perhatikan dengan super serius ya....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gak susah kok. Baca yuuuuk...:&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Peserta wajib memakai cover DSS sebagai Pic Profile;  masing-masing minimal 30 hari setelah resensi dikirim. (Dianjurkan  memakai PP DSS sejak pengumuman Lomba ini)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Resensi diketik minimal 1 halaman, maksimal 2 halaman A4 (2.500 cws).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencantumkan keywoard (kata kunci) minimal 2 judul cerpen dalam  kumcer DSS (misalnya: Tiga Titik Hitam, Dunia Hitam Susi dan lain-lain).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Resensi dipublikasikan di note FB masing-masing dan mentag minimal 20 teman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada akhir tulisan mencantumkan link info lomba(&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/212158505467096/doc/278732828809663/"&gt;http://www.facebook.com/groups/212158505467096/doc/278732828809663/&lt;/a&gt;).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kirim biodata dan link resensi berisi: Nama lengkap, alamat FB,  alamat rumah, nomor rekening, nomor telpon yang bisa dihubungi dan link  resensi ke email:&lt;strong&gt;lomba_resensidss@yahoo.com&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Deadline: 20 Oktober 2011 pukul 24.00 WIB&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peserta boleh mempublikasikan resensi di blog dengan catatan penilaian tetap dilakukan pada resensi di note FB.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;HADIAH :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5 Resensi terbaik akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai @Rp.500.000,-&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;*Keputusan Juri tidak dapat diganggu..apalagi digugat!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jum'at Cendol ditiadakan sebagai gantinya akan dilakukan tanya jawab dan konseling sekitar lomba dengan Dewan Juri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat menulis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;DEWAN JURI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ceko Spy (Ketua Dewan Juri)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Astuti J Syahban (Anggota)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Richa Miskiyya (Anggota)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Seluruh Dewan Suker CErita Nulis Diskusi OnLine(Penasehat Tim Juri)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salam,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;mayokO aikO&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;UNIVERSAL NIKKO&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-3219991013055115818?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/3219991013055115818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=3219991013055115818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3219991013055115818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3219991013055115818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2011/09/lomba-resensi-dua-sisi-susi.html' title='LOMBA RESENSI DUA SISI SUSI'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ltgRWO9R34A/TmxvHyN0ulI/AAAAAAAAADw/u4BLuX_Dfjs/s72-c/Dua%2BSisi%2BSusi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-8459353533143486922</id><published>2011-09-11T01:09:00.000-07:00</published><updated>2011-09-11T01:15:03.444-07:00</updated><title type='text'>PENGUMUMAN PEMENANG SAYEMBARA MENULIS PUISI PAHLAWAN FORUM SASTRA BUMI PERTIWI 2011</title><content type='html'>&lt;h2 class="date-header"&gt;&lt;span&gt;Jumat, 09 September 2011&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;                        &lt;a name="5677033207417545071"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; PENGUMUMAN PEMENANG SAYEMBARA MENULIS PUISI PAHLAWAN FORUM SASTRA BUMI PERTIWI 2011 &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;                                       &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;PENGUMUMAN PEMENANG SAYEMBARA MENULIS PUISI PAHLAWAN FORUM SASTRA BUMI PERTIWI 2011&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;Kami  haturkan terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh peserta  sayembara menulis puisi pahlawan Forum Sastra Bumi Pertiwi 2011.  Terhitung sejak dibukanya sayembara ini pada 10 Juli 2011 hingga ditutup  pada 17 Agustus 2011, ada 522 judul puisi yang masuk ke email panitia.  Selanjutnya seluruh puisi diserahkan kepada tiga dewan juri (Drs.  Suyatno Iswandi, Melinda Suzana, Mpd, dan Drs. Zakaria Harahap) untuk  diseleksi dan diberikan penilaian, hingga terpilih 125 nominasi puisi  terbaik. Tahap selanjutnya, ketiga juri memilih 3 puisi sebagai pemenang  utama dan 5 pemenang harapan yang penilaiannya menitik beratkan kepada 4  aspek yaitu: kesesuaian dengan tema yang diangkat/ dikembangkan,  ketepatan penempatan dan penggunaan kata dalam berbahasa/ pemilihan  diksi/ gaya bahasa, daya imajinasi, serta pesan/ amanat yang disampaikan  baik secara tersurat maupun tersirat, unik dan memiliki kebaharuan.  Akhirnya ketiga dewan juri yang diketuai oleh Drs. Suyatno Iswandi  menetapkan nama-nama berikut sebagai pemenang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;PEMENANG UTAMA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pemenang 1     : &lt;b&gt;Kutukan Negeri Rantau&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Karya              : Arca Juanda—Bandung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hadiah             : Uang Tunai Rp. 2.000.000,- + Piagam Penghargaan (soft copy)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pemenang 2     : &lt;b&gt;Kepada Pahlawan Tak Bernama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Karya              : Reza Anindita—Semarang, Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hadiah             : Uang Tunai Rp. 1.000.000,- + Piagam Penghargaan (soft copy)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pemenang 3     : &lt;b&gt;Perempuan  Berselendang yang Menggendong  Kepahitan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Karya              : Arif Fitra Kurniawan—Semarang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hadiah             : Uang Tunai Rp. 500.000,- + Piagam Penghargaan (soft copy)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5 PEMENANG HARAPAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;" lang="DE"&gt;Harapan 1        : &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Setiap Hari Kulihat Pelangi Itu Berendam di Matamu, Ibu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;" lang="NL"&gt;Karya              :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;" lang="NL"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Adryan Yahya—Pekanbaru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Harapan 2        : &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;" lang="NL"&gt;Wajah Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;" lang="NL"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Karya              : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;" lang="DE"&gt;Nugraha Umur Kayu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;" lang="FI"&gt;—Serang, Banten&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;" lang="FI"&gt;Harapan 3        : &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Historia Tercerai dari Bingkai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Karya              : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;" lang="FI"&gt;Andri Wicaksono—Metro, Lampung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Harapan 4        : &lt;b&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%;"&gt;Solilokui Kebebasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Karya              : Pringadi Abdi Surya—Sumbawa Besar, NTB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Harapan 5        : &lt;b&gt;Kisah Sebuah Negeri &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Karya              : Riana Afliha Eka Kurnia—Matarm Lombok, NTB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Masing-masing mendapatkan paket buku dari Gramedia + Piagam Penghargaan (soft copy)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ditetapkan di Jakarta, 10 September 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Panitia Penyelenggara Sayembara Puisi Pahlawan FSBP 2011 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Rahmad Yulianto, S.IP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dewan Juri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;Drs. Suyatno Iswandi (ketua)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;Melinda Suzana, Mpd&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;Drs. Zakaria Harahap&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;125 PUISI PAHLAWAN YANG AKAN DIBUKUKAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Aba Idris Shalatan_Campak &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Addien Sjafar Qurnia_Sajak Luka Kamelia &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Adryan Yahya_ SETIAP HARI KULIHAT PELANGI ITU BERENDAM DI MATAMU, IBU &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ady Surya Pratama_Segores Tinta &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Agung Purnomo_ZULKARNAEN AGUNG &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ahdika Khoirotunnisa_DALAM RENGKUHMU &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ainul Ibnu Khotob _Tapi Kau Adalah Mereka &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Akhmad Affandi_Feminisme Kerangkeng Besi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;ANDRI WICAKSONO_Historia Tercerai dari Bingkai &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anindita Astari_Sosok Pemerdeka Jiwa &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anti Absa_Menanti Keadilan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;ARCA JUANDA_Kutukan Negeri Rantau &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ardhi Kusuma_Bupak Kapah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ardy Kresna Crenata_Seseorang yang Tak Henti Menunggu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Arif Fitra Kurniawan_PEREMPUAN  BERSELENDANG YANG MENGGENDONG  KEPAHITAN &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ari Mami_Penanam Padi dari Lembah Lindap &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Asep Purwo Yudi Utomo_Menyelinap dalam Mimpi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;ASQARINI_HANYA SUNYI YANG SETIA MENGELUKANMU? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ayu Firdiana_Matahari tersenyum bulat &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bintang Steffy Tania_TKW BERSERU &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cahaya Buah Hati_Duhai  Tuan Kekasih &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Chandra Alfindodes-Aku Bukan Pahlawan Besar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cicik Ida Widayanti_PERGESERAN PAHLAWAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dera Menra Sijabat Guru Juga Manusia – Curahan Hati Guru Sejati &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Desy Intan Fathiah_Pahlawan Yang Tak Bergelar Pahlawan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Devi Ariashinta_Pencakar Langit Sejati &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dewi Linda Kartika_Pahlawan Kemerdekaan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dhaniel Primaditya G_Mei Memorabilia &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dicky Maulana Nuryana– Perempuan Itu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dini Fitriyanti_Mentari Petang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Effendi Danata_Foto Ibu Di Makam Pahlawan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;EKO HARTONO_Pejuang Tua &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Enny Agustin_Katanya Kau Pahlawan Negeri &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Erich Al Amin_PRAMOEDYA PAHLAWAN SASTRA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Evi. P. Sukendro_Melati di Padang Mesiu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Fajar Kurniawan Januar Efendi_MERDEKA ! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Faqih Addien Al Haq_semalam di pusara bung Tomo &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Faustina Bernadette Hanna KesumaJaya_di dalam rahimku &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Felix Cahyo Kuncoro Jakti_Byak Byuk Byak Banyu Binelah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Fransiska Setyowati Manginsela_BILIK RINDU HATIKU &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Garda Erlangga _Senja Tanggal Tujuh Belas &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Gayatri Jaya Wardani_Untuk ksatriaku, kekasihku, dan belahan jiwaku &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Helianthus Nisa_TELAH PULANG &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hendris Wongso_Pahlawan Kejujuran &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Herdoni Syafriansyah_Engkaulah Kemestian, Engkaulah Pahlawanku &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Heri Sucipto_Nyanyian Anak Kapur &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Herik Sugeru_Hari yang Tanpa Pahlawan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hidayatullah_JALAN SUDIRMAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hudi Hermawan_WARISAN PAHLAWAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;I Putu Adigarbha_Lapisan Satu Senyuman &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ibnu Budiman_Pelaku Sejarah (Kami) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Indah Kurniati_Rindu Negeri Salju &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Indra Ardiansyah_Perempuan-Perempuan Capital &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Iqbal Wintani_Awan mendenguskan angin pilu dari seberang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Irwan Sanja_Pencipta Amunisi Angka &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Isnan Taufikkurrohman_NYANYIAN DALAM NESTAPA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Iswahyudi_Pahlawan Negeri &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;JHODY. M. ADROWI_KECUP TASBIHKU HEMBUS DEBU DI KAKI IBU &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Joko Rehutomo_Balada Ruyati &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Juwairiyah Mawardy_KEMBALI PULANG KE NEGERI BATU &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Laila Khalidah_Sepasang Pahlawan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;M. Musa al hasyim_Melata Di Atas Tanah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;M. SAUFAN_KERDAM ASKAR NEGERI &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mahatma Muhammad_Monolog kegelisahan sebuah patung pahlawan, di taman kota &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Meilinda Rusda Musabbihin_Pahlawan Kata &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mimi Suhaimi_Kartini Tak Mau Menagis &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Moh. Bahrul Ulum_Saat (Aku) di Kerajan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Muhammad Asqalani eNeSTe_I B U (Pahlawan Atas Nama Senyuman)  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;MUHAMMAD HADI_MENGAJI ALEGORI PAHLAWAN ILMU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Muhammad Kevin Bramantyo_INGATKAH KITA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Muhammad Tanri Arrizasyifaa_Yang Jangan Terlupa &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;MUKHLIS IMAM BASHORI_CATATAN  TERAKHIR  SEORANG  MARTIR &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Munzir Absa_Pahlawan yang Tertawan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mustiqa Febriniata_Kau &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nadia Angger Darumurti_SANG LASKAR PEJUANG &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nafisatul W_Caping Bersemat Ilalang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;NamasayaLindharahmawati_Kesabaran tiada batas &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;NANDA GILANG ARDITA_Bercak darah masihkah banyak menetes? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;NENENG SISRI_PEREMPUAN DI PIRING LUMPUR     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nenny Makmun_Pejuang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;NI WAYAN SUPRIANINGSIH_PUPUTAN KLUNGKUNG &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nihayatun Ni’mah_Pawai Malam &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Novianita_Kepada: Pahlawan Patung Batu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Novita_Perjuangan Kasih Seorang Ibu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nugraha Umur Kayu_Wajah Indonesia &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nur Futichatil A’izah_PAHLAWAN OLAHRAGA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nur Inayah Syar _Sajak Pahlawan Kita &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nur Maw`izhatillah Hr_Terbaik &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nursaefuji_PAHLAWAN DALAM JIWA RAGANYA DUNIA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nurul Indah Setya Ningrum_Ayah (Sang Maestro Kehidupan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Panji Laksono_NYANYIAN SAJAKKU &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Prima Dwi Nanda_Enam-enam: Panci berhadiah  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pringadi Abdi Surya_Solilokui Kebebasan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Putri Ulfa Kamalia_NASIBMU KINI &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Rahma S. Khairunisa _PADAMU BUNGA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ramoun Apta Dwi Saputra _Ode Buat Pahlawan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Rani Ramdayani_Sang Prajurit dan Bambu Runcingnya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Rassela Malinda_PAHLAWAN JALAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Restuti Dewi Wulandari_Pahlawan Seumur Hidup &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Reza Anindita_KEPADA PAHLAWAN TAK BERNAMA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Riana Afliha Eka Kurnia_Kisah Sebuah Negeri &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;        &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Richa Miskiyya_SERENADE BAMBU RUNCING&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Rifyal Ka’bah_Menggenang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;RINAWATI_DENGAN APA LAGI AKU BISA MENGABDI PADA NEGERI INI? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Rindang Yuliani_Siapa kau &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Risa Afni Masrida_KAU MELEBUR DI SANA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Shinta Puspita Kencanasari_Wanita, Lelaki dan Tangan Kecil &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Riskia Ramadhina_Abdi Tanah Air Beta &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Riza Multazam Luthfy_Surat untuk Pejuang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sarimawarni_Balada Pejuang Negeriku &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Slamet Ariyanto_Tangis Beku Pahlawan Devisa &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sofianti Wahyu Pratiwi_NI MATARI &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sri Raberty F. Satrya_SENYUM IBU &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Subagja_Terima kasih &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Suga Adiswara_Aku dan Kalian &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Suhelnida Eka Putri_Jeritan Hati Kusuma Bangsa &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sulistianingsih_BIRU KELABU &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teguh Prasetio_TENTANG TANGISANMU DI PAGI  HARI &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Wara Urwasi_ORKESTRA TANAH AIR &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;WISNA_ELEGI SANG IBU &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yakhsya Amrullah Jalalu’ddin_LAPUK &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yasri Suryani_Asap Meriam &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yosef Manehat_Pahlawan Dibalik Belenggu Kemiskinan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yulianti_CATATAN SYUHADA DI UJUNG NEGERI &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Zaki F_PAHLAWAN DALAM KEMASAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Zulfan Arif_PERMATANI &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Insyaallah  buku antologinya akan terbit pada akhir Desember 2011. Seluruh royalty  akan disumbangkan untuk membantu kegiatan-kegiatan amal/social di tanah  air. Akhirnya kami mohon maaf atas segala kekurangan dan keterbatasan  kami. Salam sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicopy dari http://forumsastrabumipertiwi.blogspot.com/2011/09/pengumuman-pemenang-sayembara-menulis.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-8459353533143486922?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/8459353533143486922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=8459353533143486922' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/8459353533143486922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/8459353533143486922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2011/09/pengumuman-pemenang-sayembara-menulis.html' title='PENGUMUMAN PEMENANG SAYEMBARA MENULIS PUISI PAHLAWAN FORUM SASTRA BUMI PERTIWI 2011'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-5473779722432547744</id><published>2011-06-10T16:30:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T16:36:33.039-07:00</updated><title type='text'>MENGEJA ALIF</title><content type='html'>Penulis: Richa Miskiyya&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;"&gt;             Aku kembali ke sini, ke tanah kelahiranku, setelah berjibaku dengan  kata dan retorika pemerintahan, aku rindu pada Ibu, dan sekaranglah aku  kembali, dengan harapan dan do’a-do’a yang selalu ia tiupkan ke  ubun-ubunku setiap pagi dan petang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;"&gt;            “Agar fikiranmu selalu di jalan Allah,” begitulah alasannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;            Di depan rumah yang kini bisa disebut rumah, aku duduk di samping Ibuku di atas kursi bambu panjang warisan ayahku. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Rumah ini telah kurombak, dengan pondasi yang kokoh, lantai yang bening, dinding tak berangin, dan atap tanpa tikus.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             Hanya kursi ini yang tetap di sini, tak berubah, tak diplitur ulang  atau dipaku ulang, masih berderik-derik jika bergeser posisi duduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;            ”Kau senang dengan pekerjaanmu?” tanya Ibuku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;            Aku berpaling ke arahnya, sibuk menggulung-gulung sirih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             ”Tentu saja Bu, aku senang, siapa yang tak ingin sepertiku Bu? Ibu  pastilah bangga punya anak seperti Amat sekarang,” ujarku berbangga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;            Ibu hanya tersenyum, sedikit getir, seperti ada yang mengganggu, tapi entah apa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             Bagaimana aku tak senang? Bagaimana pula Ibu tak bangga? Pikirku. Aku  adalah salah satu anggota DPR dari Fraksi paling besar di Senayan sana.  Aku pulang ke desa ini pun dengan setelan jas mahal, sepatu -import  bukan cibaduyut- mengkilap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             Datang dengan mobil mewah bernomor polisi warna merah, aku duduk di jok  belakang, dan sopirku di depan. Semua orang mengelu-elukan kedatanganku  ke tanah kelahiranku. Bangga bukan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             Sebenarnya menjadi wakil rakyat bukanlah cita-citaku, aku yang hanya  seorang Sarjana Pendidikan Islam dipaksa atau lebih tepatnya dirayu  seorang kawan hingga sampailah aku ke posisi empuk sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;             Nama kawanku itu Jasman yang seringkali ia plesetkan sendiri namanya  menjadi Jasa Mendapatkan Jabatan. Ia memang sosok politikus handal, ia  seringkali berpindah-pindah partai, dari Partai Kuning ke Partai Biru,  dari Partai Biru ke Partai Merah, dari Partai merah ke Partai Hijau, dan  kembali lagi ke Partai Biru. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;Setiap calon yang ia sukseskan pasti melenggang ke kursi kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;             Hingga suatu ketika saat aku berkunjung ke rumahnya, aku diperlihatkan  koleksi kaos baju dan jasnya yang berwarna-warni tersimpan rapi di  almarinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Persis toko pernak-pernik, ada stiker, topi, korek api, asbak, dan lainnya, tentu saja dengan warna yang berbeda.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;              ”Mau ke mana kau setelah lulus sekarang?” tanya Jasman yang saat itu sudah menjadi staf di kantor Partai Biru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;”Aku akan kembali ke kampung, mengamalkan ilmuku di surau kampungku.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;            ”Hahahahahaha, kau tak berwawasan masa depan Mat,” Jasman tertawa berderai setengah mengejek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             Jasman adalah kakak tingkatku di kampus sekaligus kawan sekamarku di  kost, sejak mahasiswa ia memang sudah terlibat politik di kampus, sering  aku lihat ia di televisi, ia bukan sedang lomba debat atau bahasa  inggris, ia sedang demo, apapun demonya pasti ia ikut, pernah suatu hari  ia pulang dengan lebam di wajah dan tangannya karena main dorong dengan  aparat kepolisian yang berjaga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;            ”Ini namanya perjuangan Mat,” ucapnya ketika itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             Dulu Jasman selalu menjelek-jelekkan nama Partai, Pemerintah, dan para  petingginya, tapi jusru sekarang ia malah duduk disini, di ruangan ber  AC dengan asisten pribadi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;”Politik  selalu berubah, begitu pula politik yang ada di otakku, beda dulu, beda  sekarang,” ujarnya. Aku tak paham apa yang ia maksudkan, aku hanya diam  karena aku memang tak paham dengan politik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             Akhirnya bersama Jasmanlah aku mulai terlibat politik praktis, kurang  lebih tiga tahun aku membangun karirku di politik. Suatu hari Jasman  menyodori beberapa lembar kertas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;            ”Apa ini?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;            ”Formulir anggota DPR.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;”Untuk apa?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;            ”Untuk kau isi?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;            ”Kenapa tidak kau saja yang isi?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;            ”Aku sudah mengisinya, sekarang giliranmu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             Sebelum aku mengisi deretan pertanyaan nama, tempat tanggal lahir,  hingga riwayat kesehatan, Jasman berkhotbah tentang enaknya menjadi  anggota DPR. Seperti terhipnotis aku pun mengisi semua pertanyaan &lt;em&gt;Curriculum Vitae&lt;/em&gt; dan surat pernyataan yang ada di hadapanku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             Masa-masa kampanye berlalu, aku dan Jasman sama-sama mendapat angka  tertinggi di daerah pilihan kami masing-masing. Dan jadilah kami berdua  orang-orang yang memakai lencana kebesaran anggota dewan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             Bertahun-tahun aku tak pulang, jika aku pulang paling tak sampai  menginap. Seperti saat aku memberikan bantuan untuk membangun surau  kampungku yang reot menjadi masjid megah. Atau meninjau pembangunan  jalan kampungku menuju arah kota kecamatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             Aku dipercaya meletakkan batu pertama pembangunan, kemudian pemukulan  bedug saat peresmian, namun tanpa aku bermalam di rumahku yang juga  sudah aku bangun bak istana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             Berbeda dengan kedatanganku saat ini, Aku kembali kesini, ke tanah  kelahiranku, setelah berjibaku dengan kata dan retorika pemerintahan,  aku rindu pada Ibu, dan sekaranglah aku kembali, dengan harapan dan  do’a-do’a yang selalu ia tiupkan ke ubun-ubunku setiap pagi dan petang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;            ”Kenapa sekarang kau kembali Mat?” pertanyaan Ibu menghapus lamunanku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;            ”Aku rindu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;            ”Pada apa? Pada masjid yang kau bangun, pada rumah ini yang kau tata serupa istana?” Pertanyaan Ibu begitu tajam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             Aku tergugu, menikmati kerja kerasku pada kampung ini? Mungkin juga,  tapi ada hal lain yang aku tak tahu apa membawaku ke kampungku. Tentu  saja selain kerinduanku pada Ibu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             Pandanganku melaju ke depan, semburat sore menjadi layaknya lukisan di  kampungku, lebih indah daripada lukisan mahal matahari sore yang  kupajang di kantorku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Sore mulai mengajak malam untuk bergabung dan akhirnya menggantikannya bersama purnama dan angin malam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             Aku melihat kubah masjid yang tampak dari balik rerimbunan pohon kelapa  yang menjulang. Aku menunggu-nunggu sesuatu, tapi tak juga kunjung  datang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;            ”Kau sedang menunggu sesuatu?” &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;Pertanyaan Ibu seperti tahu apa yang berkecamuk di pikiranku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Aku terdiam, tanda iya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;            ”Tak akan ada lagi, semua sudah tak ada.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;            ”Maksud Ibu?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;            ”Kau lupa dengan segala kemegahan yang kau bawa anakku?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku masih merangkai semua ucapan Ibu, tapi tak juga kudapat apa yang Ibu maksudkan. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             ”Segala hal yang telah kau cipta, tak berarti apa-apa untuk kaum ini  Nak, Ibumu ini mengijinkanmu kuliah agar kau bisa mengamalkan ilmu yang  sudah kau dapatkan di kampung ini anakku.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;            ”Sekarang ilmu apa yang sudah kamu amalkan?” tanya Ibu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;            Aku tak dapat menjawab, bingung dalam ketidaktahuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;”Tapi aku sudah menjadi pemimpin untuk rakyat Bu....” jawabku setelah berpikir mencari kata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             ”Rakyat yang mana? Rakyat siapa? Ingatlah kisah saat kau masih berlari  dengan sarungmu menuju Surau dulu, ingatlah rangkaian nasihat yang kau  dengarkan dengan khusyuk hingga mengantuk. Kisah tentang Nabimu, tentang  Rasulmu. Menyebarkan agama dari keluarga terdekat, bukan dari orang  terjauh,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Aku  mencerna kata-kata Ibu tak hanya dengan penuh gairah, tapi juga penuh  resah. Aku kuliah dengan keringat Bapak yang mengolah sawah yang hanya  sepetak. Dengan do’a yang tak pernah putus di setiap sholat fardhu juga  sunnahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             ”Kelak bangunlah kampungmu Nak,” itu pesan yang sering diucapkan Bapak  menjelang aku kembali ke kota setelah liburan di rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;”Tapi Aku sudah laksanakan pesan Bapak Bu...”   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt;             ”Pesan untuk membangun kampung ini? Ternyata kuliahmu tak membuatmu  bisa membaca pesan dari Bapakmu sendiri anakku....” &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;Ibu menghela nafas sejenak, seperti menghamburkan sedikit demi sedikit beban yang lama tersimpan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             ”Bukan bangun jalan atau surau dengan kemegahan, tapi mulailah dengan  membangun suraumu dengan alunan adzan, tegakkan jama’ah, juga membantu  mengeja alif pada saudara-saudaramu di sini.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             ”Sekarang yang kau tunggu tak akan pernah datang, tak ada adzan, juga  jama’ah, hanya masjid berangin dan lantai dingin tanpa ada yang berani  memasukinya. Tak ada yang berani menjadi imam, memberi wejangan untuk  rajin sholat malam, atau memberi pelajaran mengaji dan membaca alam,  ikutilah Rasulmu, sampaikanlah walau satu ayat apa yang kau tahu!”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             Kepalaku pening, angin menerpa keras menampar wajahku, pandanganku pada  Ibuku perlahan memudar berganti wajah Jasman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             ”Ayo Mat, isi dan tanda tangani kertas yang ada di depanmu itu, kapan  lagi kau bisa jadi wakil untuk rakyatmu,” Aku seperti bangun dari mimpi  panjang yang begitu menghujamku dengan banyak pertanyaan sekaligus  jawaban.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="SV"&gt;             Aku mengangsurkan kembali  kertas-kertas yang belum aku isi itu ke depan Jasman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="FI"&gt; ”Hei, kau tak mau jadi wakil rakyat yang terhormat?”Aku menggeleng pelan tapi penuh kemantapan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             ”Lalu kau mau jadi apa?” tanya Jasman gemas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             ”Membantu saudara-saudaraku mengeja alif di surau kampungku,” jawabku  seraya melangkah keluar dari kantornya yang dingin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;             Sekarang aku benar-benar rindu, rindu pada surau, rindu pada Ibu, dan  sekaranglah aku akan kembali, dengan harapan dan do’a-do’a yang selalu  ia tiupkan ke ubun-ubunku setiap pagi dan petang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%; font-family: verdana,geneva;" lang="FI"&gt;(Dimuat di Annida Online 10 Juni 2011 - http://www.annida-online.com/artikel-3290-.html)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-5473779722432547744?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/5473779722432547744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=5473779722432547744' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/5473779722432547744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/5473779722432547744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2011/06/mengeja-alif.html' title='MENGEJA ALIF'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-2287588648432891880</id><published>2011-03-06T00:32:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T00:34:47.686-08:00</updated><title type='text'>SEPATU ARYA DAN BIMO</title><content type='html'>Oleh : Richa Miskiyya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Arya akhir-akhir ini kelihatan bahagia sekali, ini dikarenakan raport  semester duanya nilainya sangat memuaskan bahkan Arya mendapatkan juara  umum dan naik ke kelas 5.&lt;br /&gt; Karena nilainya bagus, Arya berniat meminta hadiah pada Mamanya.&lt;br /&gt; “Ma, Arya boleh nggak minta hadiah?”&lt;br /&gt; “Hadiah??”tanya Mama Arya yang sedang baca majalah di ruang tengah.&lt;br /&gt; “Iya ma hadiah…Arya kan udah jadi juara di sekolah, boleh dong minta hadiah….” Arya pun duduk di sebelah Mama.&lt;br /&gt; “Kan kemarin udah dikasih hadiah sama eyang putri sepeda baru, dikasih  Om Bagas Tas baru, terus dibelikan Papa jaket keren, mau minta apalagi  sayang?”&lt;br /&gt; Karena keberhasilannya di sekolah, Arya memang sudah mendapatkan banyak  hadiah dari Papa, Om, dan eyangnya. Tapi, Arya masih menganggap semua  hadiah yang ia terima masih kurang.&lt;br /&gt; “Memangnya Arya mau minta apa lagi?” tanya Mama.&lt;br /&gt; “Arya mau minta sepatu baru Ma….” Jawab Arya.&lt;br /&gt; “Sepatu baru?” kening Mama berkerut heran&lt;br /&gt; “Sebulan yang lalu kan Mama sudah belikan sepatu, masih bagus kan?”&lt;br /&gt; “Ah mama…ini kan kenaikan kelas, semua harus baru dong….” Rengek Arya.&lt;br /&gt; “Siapa bilang semua harus baru?”&lt;br /&gt; “Kemarin Arya lihat Danu sama Mamanya menenteng bungkusan banyak banget, isinya tuh ada tas, sepatu, sama buku-buku Ma”&lt;br /&gt; “Itu kan Danu, mungkin sepatunya memang sudah rusak, tapi kalau sepatu milik Arya kan baru beli sebulan yang lalu”&lt;br /&gt; “Mama gitu deh…Mama nggak bisa ngerti keinginan Arya” Arya memasang wajah cemberut.&lt;br /&gt;Arya langsung pergi ke kamarnya meninggalkan Mama sendirian. Mama yang melihat kelakuan Arya hanya bisa geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * *&lt;br /&gt; Malam harinya saat makan malam Arya masih memasang wajah cemberut, ia  pun ogah-ogahan makan dan hanya mengaduk-aduk makanan di piringnya.&lt;br /&gt; “Arya kenapa? Kok nggak makan?” tanya Papa.&lt;br /&gt; Tapi yang ditanya tetep diam dan memasang wajah protes.&lt;br /&gt; “Jagoan Papa kenapa nggak makan? Nanti sakit lho…senin depan kan udah masuk sekolah lagi” kata Papa lagi.&lt;br /&gt; “Itu lho Pa…Arya lagi ngambek tuh” jelas Mama.&lt;br /&gt; “Ngambek?? Juara kelas kok ngambek??” kata Papa menggoda Arya.&lt;br /&gt; “Itu lho Pa…Arya mau minta hadiah untuk juara kelas” jelas Mama.&lt;br /&gt; “Hadiah lagi? Memangnya hadiah-hadiah yang kemarin belum cukup?” tanya Papa.&lt;br /&gt; “Tapi kan Arya juga pengen sepatu Pa….” rengek Arya.&lt;br /&gt; “Lho…pengen sepatu lagi?” tanya Papa lagi&lt;br /&gt; “Iya Pa…jagoan kecil kita ini ingin dibelikan sepatu lagi, katanya  kalau masuk sekolah harus serba baru, padahal sepatu yang dibeli sebulan  yang lalu juga masih bagus”&lt;br /&gt;Jawab Mama.&lt;br /&gt; “Iya sayang…beli sepatunya lain kali aja ya…masih banyak lho anak-anak  lain yang nggak seberuntung kamu” kata Papa memberi nasihat.&lt;br /&gt; “Papa sama aja deh sama Mama….” Arya pun langsung naik ke kamarnya di lantai atas.&lt;br /&gt; Meskipun Arya itu murid pintar di sekolah, tapi Arya tergolong anak  yang manja, soalnya dia adalah anak semata wayang, jadi semua  keinginannya pun harus dituruti oleh Papa-Mamanya, kalau tidak dituruti  dia bisa ngambek dan merengek habis-habisan agar keinginannya dituruti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pagi harinya Arya tetap nggak mau keluar dari kamar, Mama pun akhirnya membujuk Arya agar mau keluar dari kamar.&lt;br /&gt; “Arya…ayo keluar, Arya kan sudah kelas 5, nggak boleh manja lagi lho….”&lt;br /&gt; “Beliin sepatu baru dulu, baru Arya mau keluar”&lt;br /&gt; “Arya…ayo dong sayang, nggak boleh gitu….” Bujuk Mama lagi.&lt;br /&gt; Akhirnya Papa pun ikut turut turun tangan membujuk Arya agar mau keluar dari kamar.&lt;br /&gt; “Arya, kalau nggak mau keluar nanti nggak Papa beliin sepatu lho” kata Papa.&lt;br /&gt; “Papa bohong!!!”&lt;br /&gt; “Memangnya kapan Papa pernah bohong sama Arya??” tanya Papa.&lt;br /&gt; Arya pun akhirnya mau keluar setelah diiming-imingi akan dibelikan sepatu baru oleh Papa.&lt;br /&gt; “Sekarang kamu mandi dan sarapan dulu, baru nanti kita beli sepatu, oke jagoan”&lt;br /&gt;Ujar Papa.&lt;br /&gt; “Siap kapten” Arya pun sumringah dan langsung meluncur ke kamar mandi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * *&lt;br /&gt; Selama di perjalanan Arya terlihat sumringah sekali, ia  bersenandung-senandung kecil sambil membayangkan sepatu barunya yang  sebentar lagi akan ia terima.&lt;br /&gt; “Ar, sebelum ke toko sepatu, kita mampir ke rumah Pak Joko dulu ya….”&lt;br /&gt; “Pak Joko yang dulu pernahs kerja di rumah kita itu lho”&lt;br /&gt; “O…bapaknya Bimo ya Pa? memangnya Pak Joko kenapa Pa?”&lt;br /&gt; “Kemarin Papa bertemu ibunya Bimo dan katanya Pak Joko habis kecelakaan, sepeda yang ia kendarai ditabrak motor” jelas Papa.&lt;br /&gt; Papa pun membelokkan arah mobil ke sebuah daerah di pinggir kota dan berhenti di sebuah gang.&lt;br /&gt; “Kok berhenti disini Pa?” tanya Arya&lt;br /&gt; “Kita berjalan kaki menuju ke rumah Pak Joko, soalnya rumahnya tidak bisa dilewati mobil”&lt;br /&gt; Papa dan Arya pun melewati jalanan sempit yang becek, banyak ayam dan  itik yang berkeliaran, hingga mereka berhenti di sebuah rumah yang  berdinding papan.&lt;br /&gt; “Assalamu’alaikum”&lt;br /&gt; “Wa’alaikumsalam, eh Pak Radit…silahkan Pak masuk” Bu Joko menyambut Papa dan Arya dengan ramah.&lt;br /&gt; Keadaan Pak Joko sudah agak lumayan, meskipun tangannya masih diperban karena ada tulang yang bergeser.&lt;br /&gt; Tak berapa lama seorang anak seumuran Arya keluar dari dalam rumah sambil membawa sepasang sepatu dan kaleng.&lt;br /&gt; “Bimo, beri salam dulu untuk Pak Radit dan Arya” Bimo pun mencium tangan Papa dan bersalaman dengan Arya.&lt;br /&gt; “Ayo Bim, kita main keluar yuk” karena Arya sudah lama tidak bertemu  dengan Bimo, ia pun mengajak Bimo untuk bermain keluar rumah.&lt;br /&gt; Sesampainya di teras rumah, Bimo meletakkan sepasang sepatu dan kaleng kecil yang tadi dibawanya.&lt;br /&gt; “Kaleng itu isinya apa Bim?” tanya Arya.&lt;br /&gt; “Kaleng ini isinya lem, mau aku gunakan untuk memperbaiki sepatuku yang rusak” jawab Bimo.&lt;br /&gt; “Bapakku belum punya uang untuk membelikan aku sepatu baru, jadi aku  harus memperbaiki sepatuku yang rusak ini hingga Bapak punya uang untuk  membelikan aku sepatu baru” jelas Bimo&lt;br /&gt; Arya bisa melihat bagaimana Bimo memperbaiki sepatunya yang mengelupas dan  &lt;br /&gt;Mengelemnya agar bagian depan sepatu Bimo yang membuka mirip mulut buaya bisa menutup kembali.&lt;br /&gt; Arya teringat bagaimana kemarin ia merengek pada Papa dan Mamanya untuk  minta dibelikan sepatu, padahal sepatu yang ia miliki masih bagus,  betapa ia merasa belum bisa mensyukuri apa yang sudah ia miliki. &lt;br /&gt;  Sedangkan Bimo yang sepatunya sudah rusak pun rela memperbaikinya berulang kali, tapi ia tidak mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * *&lt;br /&gt; Sepanjang perjalanan dari toko sepatu Arya diam seperti berfikir  sesuatu. Padahal selama di toko sepatu tadi Arya terlihat bersemangat  memilih sepatu paling bagus dan keluaran terbaru.&lt;br /&gt; “Arya kenapa? Kok diam kenapa? nggak suka dengan sepatunya?” tanya Papa.&lt;br /&gt; Arya hanya menggeleng, sesampainya di suatu perempatan jalan, Arya meminta Papa untuk membelokkan mobil ke arah kiri.&lt;br /&gt; “Kita ke rumah Bimo dulu yuk Pa” Arya pun menceritakan apa yang dialaminya tadi siang dengan Bimo.&lt;br /&gt; “Arya ingin memberikan sepatu ini untuk Bimo sebagai ucapan terima  kasih karena sudah memberikan pelajaran yang berharga untuk Arya kalau  kita harus bersyukur atas apa yang sudah diberikan Allah pada kita”  jelas Arya.&lt;br /&gt; Papa tersenyum dan mengacak-acak rambut Arya.&lt;br /&gt; “Papa bangga sama kamu Ar”&lt;br /&gt; Setibanya di rumah Bimo, Arya pun menyerahkan hadiah untuk Bimo.&lt;br /&gt; “Ini apa Arya?” tanya Bimo.&lt;br /&gt; “Ini sepatu untuk kamu, terima kasih ya karena kamu sudah mengajarkan suatu pelajaran berharga untukku”&lt;br /&gt; Bimo yang menerima hadiah itu pun terharu dan memeluk Arya.&lt;br /&gt; “Terima kasih Arya”.&lt;br /&gt; “Sama-sama Bimo”.&lt;br /&gt; “Mulai sekarang Arya juga berjanji untuk bisa lebih mensyukuri nikmat  yang diberikan Allah, tidak akan menjadi anak manja lagi, dan akan  menjadi jagoan untuk Papa-Mama” kata Arya pada Papa yang berdiri di  sampingnya.&lt;br /&gt; “Kamu memang jagoan Papa” kata Papa sambil mengacungkan jempol kebanggaan pada Arya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; (Dimuat di Yunior-Suara Merdeka 19 Juli 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-2287588648432891880?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/2287588648432891880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=2287588648432891880' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/2287588648432891880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/2287588648432891880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2011/03/sepatu-arya-dan-bimo.html' title='SEPATU ARYA DAN BIMO'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-492848892263718832</id><published>2011-01-17T05:50:00.000-08:00</published><updated>2011-01-17T05:52:20.281-08:00</updated><title type='text'>ANAK-ANAK GERBONG</title><content type='html'>Oleh : Richa Miskiyya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku melemparkan pandanganku ke luar jendela, hanya ada hamparan sawah yang tiada habisnya, juga lambaian kabel tiang listrik yang seakan tak berujung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mendapati diriku duduk di sini dalam buaian diam keramaian membuatku ingin kembali pulang ke rumah tanpa menjalani tugas yang “terpaksa” aku terima.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ya, tugas yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, di saat teman-temanku yang lain mendapatkan tugas di sekolah-sekolah elit, atau minimal di ibu kota kabupaten. S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;edangkan aku? Aku harus menjalani tugas Praktek Mengajar dari Kampusku di desa antah berantah bernama Kliwang.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Aku memang kuliah di Kampus Pendidikan di Ibu Kota Provinsi, seharusnya aku pun mendapat tugas mengajar di sekolah-sekolah di kota. Tapi seminggu yang lalu, aku dipanggil pembimbingku dan beliau memberikanku tugas mengajar di desa Kliwang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sekolah yang akan aku ajar nantinya bukan sekolah negeri bukan pula madrasah, begitu kata Pak Bakri, pembimbingku. Aku semakin miris membayangkan sekolah macam apa dan murid seperti apa yang akan aku temui nanti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Di Kliwang nanti aku disuruh menemui Haji Sanusi, paman jauh dari Pak Bakri, dan di Kliwang pula aku akan mengajar anak-anak desa bersama Haji Sanusi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Aku sempat protes kepada Pak Bakri kenapa aku ditempatkan di desa tertinggal, tapi Pak Bakri mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kamu jangan pernah pilih-pilih tempat dan pada siapa kamu harus membagi ilmu!” Itulah pesan Pak Bakri yang akhirnya membuatku luluh hingga sekarang aku sudah sampai di lebih dari setengah perjalanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*          *          *&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kereta yang aku naiki ini bukanlah kereta eksekutif atau kereta bisnis, tapi kereta ekonomi karena hanya kereta ekonomi seperti inilah yang berhenti di Kliwang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kereta yang penuh sesak dengan pedagang-pedagang yang selesai berjualan di Kota Kecamatan, sisa dagangan dalam bakul bercampur keringat penuh lelah sore hari menjadi satu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Suara bising penumpang yang saling bertukar cerita menimbulkan situasi yang ramai, layaknya ada pasar pindah ke dalam kereta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Aku pun hanya bisa mencari udara dan pemandangan bebas di luar kereta melalui jendela yang kacanya tinggal separuh karena pecah hingga angin mempermainkan ujung jilbabku, sangat berbahaya sekali jika tiba-tiba ada batu yang terlempar ke dalam kereta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Mau kemana Nak?” tiba-tiba suara disampingku mengagetkanku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Suara seorang Ibu separuh baya yang jika aku taksir mungkin usianya sama dengan Mamaku, tapi mungkin karena kehidupan yang keras wajahnya tampak lebih tua dari aslinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Mau kemana nak?” kudengar Ibu di sampingku mengulangi pertanyaannya hingga membuatku tergeragap sejenak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Eh...anu bu...mau ke Kliwang,” jawabku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sama dengan Ibu, Ibu juga mau ke Kliwang, kamu punya saudara di Kliwang?” tanya Ibu itu lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tidak bu, saya mau praktek ngajar di Kliwang.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;O...jadi ini Ibu guru baru yang mau ngajar di tempat Uwak Haji Sanusi?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Mendengar nama Haji Sanusi pun aku langsung teringat dengan nama seseorang yang harus aku temui sesampainya aku di Kliwang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Iya bu....” ujarku seraya tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Mbak...Pak...ini lho Bu Guru baru yang mau ngajar di Kliwang....” tiba-tiba Ibu yang tadi bertanya padaku berteriak dan mengabarkan ke seantero gerbong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Bapak-bapak dan Ibu-Ibu penghuni gerbong yang tadi sibuk dengan urusannya masing-masing tiba-tiba serempak menoleh ke arahku dan berujar macam-macam. Suara-mereka pun bersahutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ada yang mengucapkan selamat datang, ada yang berkomentar dan memuji wajahku hingga membuatku tersipu, tapi intinya itu adalah sambutan yang tak terduga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;            &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tak kuduga jika kedatanganku seperti kedatangan artis Ibu Kota hingga semua orang tahu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beberapa saat pun berlalu, kereta yang aku tumpangi pun melambat dan merayap masuk ke tempat yang disebut masyarakat Kliwang sebagai stasiun, meskipun bangunannya lebih serupa seperti halte bus di kota.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*          *          *&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang-orang yang tadi ada dalam gerbong sudah menghilang entah ke mana, mungkin sudah kembali ke rumah masing-masing karena matahari sudah tinggi dan waktunya pulang untuk berkumpul makan siang bersama keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hampir tiga puluh menit aku duduk di bangku reyot dekat stasiun. Stasiun sudah mulai sepi namun orang yang katanya akan menjemputku tak kunjung datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak jauh dariku terlihat beberapa anak usia setara adikku yang masih duduk di kelas 5 berlarian dan berebutan masuk ke dalam kereta yang berhenti dengan membawa sapu lidi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka tertawa dan bernyanyi entah lagu apa, menyapu sampah-sampah yang ada dalam gerbong dan kemudian keluar membawa sampah dan membuangnya di tempat sampah besar stasiun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Assalamualaikum...Bu Rosa....?” aku menoleh mendengar namaku di panggil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Waalaikumsalam...iya...”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Saya Opik, saya disuruh Uwak Haji untuk menjemput Bu Rosa....”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;O...begitu....” aku baru paham jika anak usia SD bernama Opik itu adalah utusan dari Haji Sanusi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Teman-teman... ini Bu Rosa!!” Opik memanggil anak-anak pembersih gerbong sambil menunjuk ke arahku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak-anak yang tadi dipanggil pun berlari mendekat dan berebutan mencium tanganku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Opik mengenalkan teman-temannya. Jopi, Ratno, Asih, Utik, dan Mamat. Lima anak-anak itupun tanpa diminta sudah mengangkat koper dan tas jinjing yang aku bawa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sepanjang jalan, sayup-sayup kudengar mereka bercerita tentang upah yang didapat hari ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tadi aku dapat tiga ratus” ujar anak berambut keriting bernama Ratno.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tadi aku dapat seribu....nih...” kata Asih sambil memamerkan satu logam uang seribu keluaran terbaru dari Bank Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Wah...itu uang baru ya?” tanya empat temannya seraya berebut untuk melihat logam berkilau yang tampak baru itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Senyumku mengembang melihat tingkah polah anak-anak itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Bu Rosa baru pertama kali kesini ya?” tanya Opik yang tampak paling tua diantara anak-anak yang berjalan bersamaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Iya...Ibu baru pertama ke sini....” jawabku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Kalau di kota pasti enak ya bu, banyak mobil bagus, bisa jalan-jalan ke museum, bisa lihat gedung-gedung yang tinggi” tutur Ratno.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Mmm...gimana ya? Di kota itu panas, banyak asap.” ujarku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tapi di sana kan banyak gedung tinggi, kantor-kantor bagus, museum-museum....” kata Ratno lagi yang sepertinya sangat ingin sekali pergi ke museum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Di museum itu banyak benda-benda bersejarah ya bu?” tanyanya lagi ingin tahu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Museum? Seingatku aku ke museum itu baru sekali seumur hidup dan itupun ketika aku masih SD.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tentu saja, yang namanya museum itu memang tempat untuk melestarikan benda-benda bersejarah” itulah jawabanku meskipun aku baru sekali ke museum. Tapi karena aku kuliah di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebisa mungkin harus bisa menjelaskan apa yang anak-anak tanyakan dan ingin diketahui.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sekolah di kota bagus-bagus ya bu?” tanya Jopi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ya... seperti sekolah-sekolah pada umumnya, ada guru, ada murid, ada meja kursi, guru-guru,” jawabku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Wah...bagus ya pasti, beda ya teman-teman dengan sekolah kita,” kata Mamat yang bertubuh gempal pada teman-temannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beda? Aku pun mulai menduga-duga seperti apa sih sekolah mereka....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak berapa lama sampailah kami di rumah Haji Sanusi atau yang lebih akrab dipanggil Uwak Haji, rumah Uwak Haji tak begitu jauh, hanya berjarak 150 meter dari stasiun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Assalamualaikum....” teriak anak-anak serentak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Waalaikumsalam....” jawab seorang wanita yang keluar dengan daster batik dan berjilbab menyambut kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Bu Haji, ini Bu Rosa....” ujar Opik yang kemudian mencium tangan Bu Haji diikuti teman-temannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Saya Rosa, Bu....” ucapku memperkenalkan diri seraya mencium tangan beliau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Wah...pasti capek ya...ayo masuk dulu....anak-anak ayo masuk, buatkan minuman untuk Bu Rosa, kalian sudah makan belum? Ayo kita makan bersama!” ajak Bu Haji.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lima anak itu pun berhambur masuk dan mulai menata tikar dan menata makanan di atas rumah berlantai semen. Tak berapa lama Uthik dan Asih juga keluar membawa beberapa gelas dan seteko minuman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Pak...ini Bu Rosa....” ujar Bu Haji, begitu pak Haji datang dengan mengucap salam pada kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Selamat datang Nak Rosa...beberapa hari yang lalu saya mendengar kabar dari Bakri kalau Nak Rosa akan datang hari ini.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ceritanya nanti saja pak....Nak Rosa biar makan dan istirahat dulu... ayo kita makan bersama-sama!” ajak Bu Haji seraya mengajak juga lima anak yang mengantarku tadi untuk ikut makan bersama juga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak ada yang istimewa, kami hanya duduk di atas tikar karena memang tidak ada kursi di ruang tamu, yang kami makan pun hanya sayur bayam dengan urap sambal kangkung dan tahu tempe.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi wajah anak-anak yang terlihat lahap dan gembira membuatku ikut merasakan nikmatnya makan bersama keluarga yang jarang aku alami bersama keluargaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Uwak dan Bu Haji tak memiliki anak, akhirnya setiap anak yang masuk ke dalam rumahnya pasti dianggap seperti anak sendiri termasuk juga aku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*          *          *&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mataku memanas melihat apa yang ada di hadapanku kini, ini yang disebut mereka sekolah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jajaran gerbong dengan dua pintu di kanan kirinya untuk pintu, jendela, sekaligus ventilasi udara dan cahaya, sebuah papan tulis yang terbuat dari triplek yang dicat hitam dengan serakan debu dan batangan kapur tulis di bawahnya terletak di ujung gerbong sedangkan anak-anak duduk di sisi lain gerbong menghadap ke papan tulis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak ada meja atau kursi, yang ada hanya tikar lusuh untuk alas duduk. Ada dua  gerbong di sini, satu untuk belajar pelajaran umum, satu untuk belajar mengaji sekaligus musholla untuk sholat. Biasanya Uwak Haji mengajar dua kali sehari, pagi untuk umum, siang anak-anak bekerja di stasiun, lalu sore untuk belajar mengaji.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi karena sekarang ada aku di sini, Uwak Haji bisa beristirahat ketika pagi, apalagi Uwak memang usianya sudah cukup renta untuk berbagi waktu antara mengajar dan bekerja di ladang.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Uwak Haji memberikan salam di depan ”kelas” yang terbuat dari beberapa gerbong kereta usang di dekat Stasiun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Murid-murid menjawab salam dengan semangat sambil melirik ke arahku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ini adalah Bu Guru baru, namanya Bu Rosa!” tutur Uwak Haji memperkenalkanku pada anak-anak. Mereka semua menyunggingkan senyuman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Silahkan bu dilanjutkan, saya mau ke kelas sebelah, anak-anak belajar yang rajin ya!” kata Uwak Haji.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelas yang dituju Uwak Haji adalah gerbong yang khusus untuk mengaji, ada dua gerbong di sini, satu untuk belajar pelajaran umum, satu untuk belajar. Karena kelas telah diberikan padaku, aku pun mulai pelajaran dengan terlebih dulu memperkenalkan diri dan berkenalan dengan mereka.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*          *          *&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak terasa sudah hampir dua bulan aku di sini, di kampung ini memang tak ada sekolah pada umumnya, karena sekolah umum memang adanya di Kota Kecamatan yang untuk menuju ke sana harus naik kereta selama hampir satu jam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekolah gerbong ini sudah ada sejak lima belas tahun lalu, meskipun sekolah umum sekarang sudah gratis, tapi masyarakat Kliwang masih cinta dengan sekolah Uwak Haji ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Sekolah sekarang memang gratis bu, tapi masih harus beli buku, sepatu, seragam, kami tak sanggup untuk itu, apalagi dengan penghasilan masyarakat daerah ini yang hanya bertani kedelai dan jagung," begitulah yang kudengar dari Ibu Opik yang ternyata Ibu yang juga duduk di sampingku ketika di kereta tempo hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya masyarakat Kliwang memilih untuk menaruh anak-anaknya di sini sekaligus bisa belajar agama dan bisa membantu orang tua mereka untuk bekerja di gerbong kereta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dulu pernah ada janji dari pemerintah daerah untuk membangun sekolah gratis yang tak memungut biaya untuk uang gedung dan buku, tapi tak pernah terealisasikan hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Padahal jika kulihat anak-anak disini sangat bersemangat sekali belajar, apalagi ketika mereka tahu aku membawa banyak majalah dan buku cerita dari rumah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka akan membawanya pulang ke rumah, dan keesokan harinya mereka sudah fasih bercerita isi dari majalah dan buku cerita yang mereka baca.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di sini banyak mutiara-mutiara yang terpendam, seperti Uthik yang ternyata bersuara indah ketika menyanyi dan membaca ayat-ayat Al-Quran. Juga ada Jopi yang mempunyai jiwa sastra. Pernah suatu ketika aku mencoba mengirimkan puisi Jopi ke suatu majalah, dan ternyata ketika aku membeli majalah itu di Kota Kecamatan edisi selanjutnya, betapa senangnya aku ternyata nama Ahmad Mudhofi atau Jopi ada disana. Aku pun membeli dua sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya Puisi itu pun di gunting dan dipajang di dinding gerbong, dan yang satunya di tempel Jopi di dinding kamarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selama pelajaran hari itu tak henti-hentinya Jopi memandangi hasil karyanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Udah Jop, jangan diliatin terus, nanti hilang lho tulisannya!” celetuk Usup yang terkenal paling ganteng di antara teman-temannya karena kulitnya yang putih dan matanya yang sedikit sipit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Wah, Jopi sekarang sudah jadi artis,” begitulah ucapan lucu teman-temannya pada Jopi, dan Jopi pun selalu tersenyum bangga disebut seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*          *          *&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Malam hari ini terasa lebih dingin dari biasanya, aku duduk di teras rumah Uwak Haji menikmati udara malam Kliwang. Uwak dan Bu Haji sudah terlelap selepas Isya tadi, mungkin karena kecapean setelah ada acara kenduri di desa sebelah sore tadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Assalamualaikum Bu...” ternyata suara Jopi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Waalaikumsalam...ada apa Jopi? Kok malam-malam ke sini?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ini ada pisang goreng dari emak....” ujarnya sambil menyerahkan bungkusan berisi pisang goreng.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Wah...terimakasih, sini temani Ibu makan pisang goreng bersama, Uwak dan Bu Haji sudah tidur” Jopi pun mengangguk dan duduk di sampingku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Bu...”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Iya...ada apa Jopi?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Ibu akan tetap disini ngajar kita kan?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertanyaan Jopi menyentakku, padahal satu minggu lagi aku harus kembali ke kota karena tugas mengajarku di sini selama dua bulan sudah hampir selesai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Kasihan teman-teman di sini kalau Ibu pergi....dulu pernah ada juga Ibu guru datang ke sini, tapi baru satu minggu ia sudah tak betah dan kembali ke kota.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Jarang yang mau ngajarin teman-teman di desa seperti ini Bu....” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Ucapan Jopi membuatku tersentak untuk kedua kalinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dulu, awal dari keinginanku untuk menjadi guru memang karena aku ingin bekerja menjadi pegawai negeri seperti kakak, om, dan tanteku. Menjadi pegawai negeri di kota dengan gaji tinggi bahkan yang kini ditambah dengan jatah sertifikasi hingga akhirnya bisa untuk membeli rumah dan mobil, bukan keinginanku untuk menjadi seorang guru di desa seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; ”&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Sekolah bukan hak untuk anak kota saja kan Bu?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lama aku dan Jopi terdiam dalam pikiran masing-masing, hingga akhirnya Jopi pamit untuk pulang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*          *          *&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hari ini adalah hari terakhir aku mengajar, dan aku berniat untuk berpamitan kepada murid-muridku. Wajah mereka semua sendu tanpa seulas senyuman, namun apa daya, aku sudah harus kembali saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku melihat satu per satu wajah murid-muridku yang sedang tekun menulis di buku beralas tikar. Sesekali aku melempar pandang ke luar, angin pagi diiringi lengkingan kereta api yang lewat, semua ini akan kurindukan. Hatiku berbisik bahwa aku akan kembali ke sini tak lama lagi, dengan membawa beberapa teman lainnya yang juga bisa membantu mengajar di sini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sudahlah, biarkan ini jadi janji hatiku dulu, agar menjadi kejutan bagi anak-anak gerbong ini.***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dimuat di Annida-online.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://www.annida-online.com/media.php?module=detailartikel&amp;amp;id=2575&amp;amp;page=3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-492848892263718832?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/492848892263718832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=492848892263718832' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/492848892263718832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/492848892263718832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2011/01/anak-anak-gerbong.html' title='ANAK-ANAK GERBONG'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-3357959829389641029</id><published>2010-07-20T06:29:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T06:33:49.332-07:00</updated><title type='text'>Membaca Aras Politik Nasdem 2014</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.1  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Oleh Richa Miskiyya&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Pasca kalah dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar, Surya Paloh mendeklarasikan Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas) dengan “restorasi” sebagai isu utama yang diusung. Tokoh senior, baik dari kalangan partai politik, akademisi dan intelektual muda menyatakan dukungannya atas kehadiran Nasdem yang resmi berdiri pada 1 Februari 2010 lalu.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Sekilas, membangun kelompok &lt;i&gt;civil society&lt;/i&gt; dengan retorika politik “restorasi” membuat kita menemukan harapan baru atas kehidupan berbangsa dan bernegara pasca era reformasi yang berjalan 12 tahun tak menemukan arah dan tujuan yang jelas. Namun, bila melihat konteks berdirinya pasca kekalahan Surya Paloh, timbul pertanyaan, apakah Nasdem didirikan hanya sebagai wadah aspirasi politik Surya Paloh –dan beberapa tokoh terkemuka seperti Syafi’i Ma’arif, Sri Sultan HB X dan lainnya? Apakah juga akan bermetamorfosa menjadi partai politik menjelang Pemilu 2014 kelak?  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Mutya Hafidz -mantan reporter Metro TV yang menjadi salah satu deklarator- dalam sebuah wawancara memang menyatakan secara eksplisit Nasdem akan berubah menjadi partai. Sebagai hak politik golongan, hal itu memang tidak menjadi masalah, apalagi pengaruh dan prestasi Surya Paloh masih bersinar hingga sekarang. Tetapi, wacana yang secara tidak langsung “tidak dibenarkan” oleh Surya Paloh sendiri itu, kontan membuat partai lain merasa was-was dan khawatir. Golkar sebagai partai tempat penaungan karir politik Surya Paloh selama ini, yang akan paling merasakan dampak “penggebosan” kader kalau Nasdem menjadi partai, meskipun partai lain akan merasakan hal yang sama.   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;&lt;b&gt;Restorasi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Di era krisis multidimensi bangsa, restorasi adalah “diskursus seksi” yang menarik para tokoh dan intelektual bangsa bergabung dalam rangkaian diskusi dan simposium yang diadakan Nasdem beberapa waktu lalu. Tokoh dari berbagai kalangan; hukum, tata negara, sosial, filsafat, pengamat internasional, terlibat dalam simposium nasional Nasdem itu sebagai pembicara. Meskipun sebagian besar dari mereka bukan praktisi politik, namun arah &lt;i&gt;relationship&lt;/i&gt; kegiatan itu sudah mulai dapat dibaca.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Saldi Isra misalnya, ketika dia mengatakan ada ancaman otoritarianisme baru dalam Sekretaris Gabungan (Setgab) antar partai pendukung koalisi yang dikomandani Golkar, ratusan kali ucapannya ditayangkan oleh stasiun televisi milik Surya Paloh. Secara tidak langsung, menurut saya, hal itu adalah bagian dari perang tanda antara Surya Paloh dan Aburizal Bakri, yang menjadi “lawan politik” dalam pemilihan ketua umum Golkar 2009 silam.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Dari sini saja dapat kita resapi, mengharapkan Nasdem untuk menjadi wadah penyelesaian problem kebangsaan berlandaskan &lt;i&gt;open society&lt;/i&gt; (keterbukaan sosial) jauh dari harapan. Alih-alih untuk menjadi aras restorasi politik bersama, Nasdem saya kira akan menjadi kekuatan politik baru yang akan merongrong kedigdayaan partai-partai besar seperti Demokrat, Golkar, PDI-P dan PKS.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Ke depan, orang-orang yang merasa kecewa dalam partai-partai lain kemungkinan besar akan “nimbrung” mencari popularitas politik mendulang kekuatan baru pra pesta demokrasi 2014.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Mengingat pemimpin umumnya berasal dari kader Partai Golkar yang cukup berpengaruh dan senior, maka bukan tidak mungkin partai berlambang “beringin tua” itu yang paling merasakan dampaknya. Dijamin, akan ada banyak kader Golkar yang &lt;i&gt;hijrah&lt;/i&gt; ke Nasdem. Golkar terlalu tua, sulit diatur, dan kurang memberikan ruang ekspresif kaum reformis. Persepsi itu setidaknya menjadi akar politis banyaknya kaum muda Golkar yang tertarik bergabung.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;&lt;b&gt;Politik Organik&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Berdirinya Nasdem sebagai ormas diharapkan sebagai kekuatan politik sipil yang dibutuhkan bangsa ini. Apalagi kalangan intelektual muda banyak bergabung di sana seperti Rektor Universitas Paramadian, Anis Baswedan, yang ia justru menjadi pembaca orasi deklaratif restorasi di panggung. Idealnya, kalau memang konsisten sampai hayat sebagai ormas, Nasdem akan menjadi “kekuatan politik organik” yang netral, tapi berpengaruh. Netralitasnya, didukung dengan kelompok elite “bergairah” (intelektual) diharapkan menjadi kekuatan politik masyarakat yang berkontribusi besar terhadap pembangunan bangsa kelak.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Kalau Nasdem tetap jadi ormas, semua kalangan masyarakat akan dengan suka rela membantu dan bergabung di sana. Usianya juga akan bertahan lama sebagaimana ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Dalam sejarah politik Indonesia, belum ada parpol yang mencapai usia senja seperti ormas, kecuali diracik ulang, agar tetap terasa “sambal”-nya dan “gurih”-nya. Berpengaruh.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;Namun, bila Nasdem akan menjadi embrio parpol menjelang Pemilu 2014, siap-siap saja menjauh dari habitat kesengsaraan dan penderitaan rakyat kalau tidak kredibel dan konsisten memperjuangkan ketahanan sosial masyarakat. Karena “Parpol Nasdem” akan menjadi kelas politik dengan ekslusifitas dan elitisme. Itu pasti. Saya kira.  &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;&lt;b&gt;Semarang, 3 Juli 2010&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;(Dimuat di Harian Sore Wawasan, Rabu, 07 Juli 2010)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-3357959829389641029?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/3357959829389641029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=3357959829389641029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3357959829389641029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3357959829389641029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2010/07/membaca-aras-politik-nasdem-2014.html' title='Membaca Aras Politik Nasdem 2014'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-3350041423836785942</id><published>2010-07-20T06:26:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T06:28:40.059-07:00</updated><title type='text'>Reformasi Setengah Hati</title><content type='html'>Oleh Richa Miskiyya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi polisi adalah sebagai pelindung masyarakat dari bahaya kejahatan dan tindak kriminal. Seragam yang wajib dipakai dalam bertugas adalah senjata natural mencegah potensi kejahatan. Penjahat akan mengurungkan aksinya kalau sudah ketahuan dulu oleh orang berseragam polisi, entah sungguhan atau gadungan. Tapi, dalam praktiknya, masyarakat di akar rumput malah menganggap polisi sebagai benalu yang ditakuti. Polisi tidak disegani, namun diwedeni. Sehingga, ketika mereka berurusan dengan polisi, cara agar cepat selesai adalah dengan kompromi.&lt;br /&gt;Di lalu lintas saja misalnya, seringkali kesalahan-kesalahan sepele dari pengendara dikenakan denda tak masuk akal. Padahal, jika tahu bahwa yang dikenakan sangsi adalah orang yang sudah dikenal atau punya kuasa, dilepaskanlah ia. Rakyat kecillah yang jadi bulan-bulanan polisi. Mereka wegah dan emoh berurusan dengan orang yang berseragam polisi.&lt;br /&gt;Walhasil, citra polri di mata masyarakat tak segagah dan seindah yang diinginkan. Apalagi dalam konteks masalah yang lebih luas, Polri (oknum) kini acapkali tersandung masalah. Kita tentu masih ingat panasnya kriminalisasi KPK oleh Polri. Begitu pula dengan karut marut kasus Susno Duadji yang entah. Bisa dikatakan, setiap ada kasus yang menimpa aknum polisi, seperti padu dalam suara, semua anggota kesatuannya, mulai dari jenderal hingga kopral, membela mati-matian, atau diam dalam damai. Atas nama kehormatan institusi atau stabilitas.&lt;br /&gt;Bak raja yang menyatakan diri tak akan berbuat dosa, Polri adalah institusi yang paling kebal terhadap kritik. Dia menganggap diri punya kode etik yang harus dipatuhi dan dilaksanakan semua anggotanya, dan orang lain. Dia penegak hukum, jadi ya juga pula yang membuat hukum. Karakter “keras kepala” itulah yang seringkali membuat polisi bertindak reaktif dan bahkan emosioal seperti peristiwa penganiayaan aktivis Kontras Tama Satya Langkun dan ancaman teror bom molotov ke kantor redaksi Majalah Tempo beberapa waktu lalu itu. Meski belum terungkap total siapa aktor dan motifnya, orang bisa meraba-raba, itu pasti ada kaitannya dengan rekening gendut yang dilaporkan Tempo.&lt;br /&gt;Lebih kritis situasinya jika kita melihat kenyataan bahwa polisi, jaksa, pengacara dan hakim berkomplot dalam jama’ah melakukan pembusukan hukum (Tempo, 20/06). Kalau begini terus, siapa penegak hukum yang akan diandalkan? Tak ada kerja profesional yang memuaskan rakyat banyak dari institusi hukum itu. Polri, dalam survei Kompas mendapatkan angka 76,2 persen dalam tingkat ketidakpuasan yang dirasakan masyarakat banyak (Kompas, 30/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghapus militerisme&lt;br /&gt;Karena ketidakpuasan yang mencapai titik kulminasi, ada gugatan besar untuk mereformasi Polri. Kapolri Bambang Hendarso Danuri sejak awal kepemimpinannya menjanjikan kebersihan Polri dari berbagai praktik penyimpangan berupa pemerasan, penganiayaan, markus, korupsi, nepotisme atau lainnya. Namun justru, dalam kepemimpinanya Polri seperti terombang-ambing oleh banyak kasus dan markus, meski dalam lain hal Polri berhasil mengurangi gerakan terorisme.&lt;br /&gt;Wacana untuk mendudukkan orang nomor satu dari kalangan sipil di Polri menguat seiring perjalanan reformasi di tubuh institusi tidak berjalan baik dan cepat. Usulan ini sejalan dengan visi kepemimpinan Presiden SBY yang lebih mengedepankan unsur civilization (berkeadaban), jauh dari militerisme dan otoritarianisme seperti selama ini melekat. Beberapa pengamat menganggap usulan ini masuk akal mengingat jabatan Kapolri sebenaranya bisa disamakan dengan pejabat setingkat menteri yang bersifat politis (non karir) dan bisa berasal dari kalangan mana saja. Apalagi presiden punya hak prerogatif penuh tambal sulam pejabat tinggi yang membantu tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;Polisi dipimpin orang luar institusi semakin menemukan dalih kebenaran mengingat yang dibutuhkan oleh Polri sekarang adalah kepemimpinan dan kemampuan manajerial. Dua unsur objektif ini secara demokratis bisa diambil dari potensi luar Polri. Kalau hal ini disepakati, maka UU Kepolisian Tahun 2002 yang mensyaratkan kapolri harus berasal dari institusi Polri dan masih aktif, harus diubah. (Wawasan, 13/07).&lt;br /&gt;Secara historis, wacana Kapolri dari sipil sudah muncul berulang kali. Bahkan sebelum era reformasi, ketika Soeharto masih berkuasa. Namun, karena pola kepemimpinan dalam Polri yang masih berasas komando dan kaderisasi, hal itu belum perlu dilaksanakan. Bagi pendukung pendapat ini, wacana mensipilkan kapolri memang bisa jadi mengurangi militerisme dan otoritarianisme, karena tiadanya ikatan emosional dalam sebuah kesatuan kepolisian. Tetapi hal itu tidak serta merta menjamin perbaikan dalam hal manajemen bila salah memilih.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan koteks sekarang? Saya cenderung mendukung sipilisasi kapolri. Pasalnya, Kapolri sekarang tampak kurang serius mereformasi institusinya sendiri. Mungkin terlalu berisiko bila yang menata-ulang institusi berasal dari orang dalam. Daripada setengah hati mereformasi diri, akan lebih baik direformasi oleh kalangan luar. Setelah dinyatakan berhasil dipimpin sipil, polisi boleh menduduki lagi jabatan puncak, kapolri. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dimuat di Harian Sore Wawasan, Selasa, 20 Juli 2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-3350041423836785942?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/3350041423836785942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=3350041423836785942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3350041423836785942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3350041423836785942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2010/07/reformasi-setengah-hati.html' title='Reformasi Setengah Hati'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-6788664817657439475</id><published>2010-06-09T02:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T02:17:48.890-07:00</updated><title type='text'>MENJEMPUT PURNAMA</title><content type='html'>Oleh : Richa Miskiyya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalaku terantuk jendela bus untuk kesekian kalinya. Sakit sekali dan membuatku enggan melanjutkan tidurku, mataku mengerjap, mulai mengumpulkan kesadaranku; kesadaran bahwa aku kini tengah berada dalam babak baru hidupku, babak yang aku sebut  sebagai “Menjemput Mimpi”. &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jalan yang aku lalui bersama bus tua dengan sesak penumpang membuatku serasa terpanggang di tengah udara panas yang kurang bersahabat ini. Tangisan bayi yang digendong ibunya di deretan sebelahku menambah rasa berbeda di dalam bus yang aku tumpangi.  Rasa keprihatinan juga rasa kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku melihat ke jendela di sampingku, terlihat papan bertuliskan “Selamat Datang di Dusun Arjosari”. Dusun miskin di selatan Jawa Tengah inilah yang akan menjadi saksi mimpi-mimpiku yang akan segera terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mimpiku sebagai guru agama, bukan sebagai teknisi mesin seperti yang diharapkan Bapak padaku. Aku memang anak Bapak tapi aku bukan anak dari pikiran Bapak, begitulah protesku kala itu. Sebenarnya aku tak ingin menjadi anak durhaka, aku hanya ingin mengejar mimpiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dulu aku tak pernah bercita-cita menjadi seorang guru agama. Di masa-masa SMA aku bercita-cita menjadi pembalap racing di sirkuit. Tapi semenjak kejadian itu aku semakin sadar bahwa hidupku selama ini belum ada apa-apanya, nihil dan tak berarti. Masih terlihat jelas sekali bayang-bayang kejadian malam itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hujan menerpa tubuhku, motor kupacu dalam kecepatan tinggi menembus angin disertai petir. Tapi akhirnya aku menunda perjalananku yang tinggal dua km lagi menuju rumahku di Semarang Barat. Aku memilih membelokkan motorku ke kiri jalan dan memasuki area masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku hanya ingin berteduh, tak ada keinginan berwudhu, tak ada juga keinginan untuk shalat karena aku memang tak bisa dan tak pernah diajari untuk itu. Sejak kecil aku hanya diajari untuk belajar dan belajar di dalam kamar dan tak boleh keluar sebelum pukul sembilan malam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku sebenarnya jenuh, di dalam kamar aku hanya membuka buku pelajaranku sekilas, dan selanjutnya hanya ada komik di tanganku. Badung memang, tapi biarlah, yang penting aku tak pernah mendapatkan nilai merah dan selalu masuk tiga besar di kelas, karena hanya itulah yang diinginkan Bapak. Tak mau tahu bagaimana caranya aku mendapatkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku menyandarkan punggungku di tiang masjid sambil menunggu hujan reda. Aku menengok jam dinding di atas mihrab, masih setengah delapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lamat-lamat aku mendengar suara anak kecil sedang berdoa, lumayan keras, sudah tak ada siapa-siapa di sekitar gadis kecil itu. Tak berapa lama gadis kecil itu menghampiriku, mungkin ia sadar sedari tadi aku memperhatikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kakak sudah sholat?” tanya gadis itu tiba-tiba. Aku menjawabnya dengan gelengan kepala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kenapa Kakak belum sholat? Sudah hampir habis lho waktunya,” katanya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Capek,” jawabku singkat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“O…” ujar gadis kecil itu, tak ada protes lagi kenapa aku tak shalat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Bapakku juga sering tidak sholat, katanya beliau capek, tapi aku tetap rajin sholat meskipun aku capek setiap hari harus keliling menjual kue buatan Ibu,” kata si gadis kecil , begitu lugas dan sedikit cadas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku melihatnya dari ujung kaki sampai kepala. Gadis kecil berumur sekitar delapan tahunan dengan kerudung mungil menutupi kepalanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Namamu siapa?” tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ais, Aisyah, Kak,” jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kamu sendirian?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Iya, Kak, tadi bersama Ibu, tapi Ibu sudah pulang duluan, mau buat kue untuk dijual besok.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kamu sekolah?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Sekolah, Kak, kelas tiga.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kalau besar mau jadi apa? Dokter apa Menteri?” tanyaku. Ais hanya menggeleng.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ais ingin jadi guru agama, Kak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Aku tersentak mendengar jawaban Ais.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kenapa ingin jadi guru agama?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Biar bisa ngajarin anak-anak yang nggak mampu kayak Ais buat belajar baca Quran dan sholat, Kak. Kasihan mereka kalau tidak kenal agama.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cerdas sekali anak ini, aku saja tak pernah punya pikiran seperti itu, batinku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Doa yang tadi kamu baca doa apa?” tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kakak tidak tahu? Hahahahaha...!” tawanya berderai seolah-olah melecehkanku, tapi aku sama sekali tak merasa tersinggung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Itu doa untuk kedua orang tua, Kak. &lt;i&gt;Robbighfirlii Waliwalidayya Warhamhumaa Kamaa Robbayaani Soghiiroo,&lt;/i&gt; artinya, Ya Allah Ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah mereka seperti mereka menyayangiku waktu kecil.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“O….”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ais selalu mendoakan Bapak Ibu setelah sholat, biar Bapak yang tak pernah sholat dan sering memukul Ibu diampuni dosa-dosanya oleh Allah.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tiba-tiba air mata Ais meleleh, namun ia segera memalingkan wajahnya, menutupi sinar matanya yang sebenarnya penuh duka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beberapa saat diam menghinggapi kami, aku tak ingin bertanya lebih jauh tentangnya, karena mungkin saja itu bisa menambah besar luka di hatinya yang masih lugu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Hujannya sudah reda. Ais pamit dulu, Kak, pasti Ibu sudah menunggu. Kakak harus rajin sholat ya dan harus selalu berdoa untuk  Bapak dan Ibu.” ucap Ais.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bayang-bayang Ais pun hilang ditelan gelap malam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Malam itu adalah pertama kali dan juga terakhir kali aku bertemu dengannya. Hari-hari berikutnya aku sempatkan untuk berbelok ke masjid tempat aku bertemu Ais, tapi aku tak pernah melihatnya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku bertanya kepada ustadz yang mengajar mengaji selepas maghrib tentang keberadaan Aisya. Aku mendapatkan kenyataan mencengangkan, sehari setelah aku bertemu dengannya, ia tewas karena ditendang Bapaknya. Kepala Aish terbentur ke dinding dan mengalami perdarahan hebat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hatiku gemetar mendengar itu. Bapaknya tak pernah tahu betapa shalehahnya seorang Aisya yang selalu mendoakannya setiap hari. Aku pun tersadar; apa yang dikatakan Ais adalah amanah yang dititipkan kepadaku, amanah untuk mengajarkan agama dan menjadikan cita-citanya sebagai cita-citaku kini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akhirnya, di sinilah kakiku berpijak kini, membawa cita-cita Aisya dan senyumnya  di hatiku untuk menghadapi hidup di depanku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dusun Arjosari, dusun penuh bukit hijau, terisolasi, di sinilah aku akan menghadapi hari-hariku ke depan, ditugaskan sebagai guru agama oleh instansi yang menaungi pekerjaanku sebagai guru agama honorer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku segera menuju ke rumah Pak Sarjono, atau yang lebih akrab dipanggil Pak Jono, kepala sekolah tempat aku akan bertugas. Tak sulit menemukan rumahnya, setelah bertanya kanan kiri, akhirnya aku sampai juga ke rumah Pak Jono, sebuah rumah kecil yang dinaungi pohon mangga di halaman depannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang wanita paruh baya menyambutku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tunggu sebentar, Nak, Ibu panggilkan Pak Jono dulu, silakan duduk,” kata Bu Jono ramah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Iya, Bu, terima kasih.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku melihat dinding ruang tamu, banyak kaligrafi Arab terpasang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sepertinya Pak Jono termasuk orang yang religius, batinku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tak berapa lama muncul seorang lelaki seumuran bapakku sambil membetulkan letak kancing baju koko yang dipakainya. Ada dua tanda hitam di dahinya yang semakin meyakinkanku akan kekhusyuan ibadahnya. Tapi aku tak mau menerka, takwa seseorang biarlah menjadi urusan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Anda Pak Aryo….?” tanyanya ramah sambil mengulurkan tangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Benar, Pak, saya Aryo.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Beberapa saat kami bercakap dan berbasa-basi tentang kehidupan pribadi kami, akhirnya kami pun pergi ke luar mengitari desa kecil itu. Melewati jalan setapak yang berliku dan sedikit licin diterpa hujan semalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Kami sampai di sebuah rumah kecil berdinding kayu, namun lantainya sudah dilapisi dengan semen. Inilah rumah yang nantinya akan menjadi tempat tinggalku. Tak ada yang istimewa, hanya ada sebuah kasur usang, meja kecil, dan lemari kecil untuk tempat pakaian. Syukur listrik sudah masuk desa ini, jadi aku tak perlu bergelut dengan pompa petromax jika ingin mendapatkan penerangan kala malam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bisa dibilang rumah baruku ini berada di atas bukit, seluruh bagian desa bisa aku lihat dengan jelas, rumah Pak Jono di ujung timur desa, sungai yag mengalir dengan riak-riak kecil di sisi barat, Sekolah Dasar menempati bagian selatan, juga kubah kecil mushala di sisi bawah dari bukit yang aku diami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sudah pukul enam sore, aku menunggu getar-getar azan maghrib dari arah mushala, namun tak jua bergema. Tak berapa lama akhirnya terdengar juga suara panggilan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allahu Akbar Allaahu Akbar…!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku pun segera bergegas mengambil wudhu dari pancuran gentong di samping rumahku, dan menuju suara panggilan yang mengajakku untuk menghadap-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesampainya di mushalla, ternyata sang muazin adalah Pak Jono. Hanya ada sepasang sandal di teras mushalla. Aku pun masuk dan menambah jumlah sandal menjadi dua pasang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selesai iqamat, Pak Jono mengajakku ke depan, menjadi makmum di belakangnya. Begitulah, Pak Jono menjadi muazin sekaligus imam. Jika tak ada aku pastilah ia akan shalat sendirian. Tak berapa lama terdengar langkah kaki menyusul ke dalam mushalla dan mengikuti gerakan kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salam kami tunaikan, ternyata makmum terakhir adalah Bu Jono, hanya ada kami bertiga, padahal menurut data yang aku miliki dusun ini terdiri dari tiga puluh keluarga, jumlah yang cukup besar untuk sebah dusun kecil di balik bukit terpencil seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku menatap hamparan dusun dari atas bukit tempatku tinggal. Sejuk, tenang, tapi sayang agama tak lagi bermakna di sini, mungkin inilah sebabnya Tuhan mengirimku ke sini. Meninggalkan segala kesenangan di rumahku, kasur empuk, motor kinclong, makanan lezat, juga meninggalkan orang tuaku. Tersiksa sebenarnya melihat ibuku melepasku dengan tangisan air mata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Jaga diri baik-baik, Nak. Tunaikan tugasmu dengan sempurna jika ini memang pilihanmu,” begitulah pesan Ibu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku tak ingin menjadi seperti Mbak Desi yang salah langkah, ia menuruti keinginan Bapak untuk menjadi dokter dan akhirnya dikirim ke Jakarta dengan bekal uang yang cukup, bahkan lebih, tapi sama sekali tak dibekali iman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tanpa disadari orang tuaku, ternyata uang yang selama ini dikirim digunakan untuk nyimeng alias ngedrugs, setelah empat tahun bukannya menjadi sarjana melainkan harus terkurung di keranda, tewas karena overdosis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Itulah sebabnya aku ingin membekali anak-anakku juga anak-anak didikku dengan ilmu Al-Quran, tak hanya ilmu Aljabar, belajar hidup dengan iman tak hanya dengan keahlian,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Assalamualaikum, Mas Aryo….”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tiba-tiba ada yang memanggilku. Badanku merinding, sudah setengah sembilan, tapi kenapa masih ada seorang wanita berjilbab berparas cantik datang. Tapi pikiran buruk dan takut segera aku tepis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Waalaikumsalam….”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kok melamun, Mas?" tanyanya tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ah, tidak, saya sedang menikmati keindahan dusun ini,” jawabku.Ia menghampiriku dan duduk satu meter di sampingku.&lt;br /&gt;“Keindahan atau kehampaan, Mas?” tanyanya seakan tahu apa yang aku pikirkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Dulu desa ini terkenal sebagai dusun yang agamis, tapi semenjak banyak pemuda yang merantau ke kota, mereka pun menjadi lupa akan agama, ketika kembali ke kampung, mereka menjadi sombong dan menganggap tanpa agama pun mereka bisa kaya. Tapi, mereka tak pernah tahu bahwa hatinya miskin.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku mengangguk-angguk mendengar penuturannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ngomong-ngomong Mbak tinggal di mana? Kenapa malam-malam lewat sini, apa tidak takut?” tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Nama saya Mala. Saya tinggal di balik bukit ini, tadi habis menengok saudara di kampung bawah. Saya tahu dari Pak Jono kalau ada guru agama baru yang akan mengajar di sekolah kampung kami.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kasihan anak-anak di sini.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Mmm…kenapa kasihan?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Anak-anak disini tak lagi kenal agama.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Pasti Mas Aryo tahu, mushola desa ini selalu sepi, tak pernah ada yang beribadah, kecuali Pak Jono dan istrinya,” tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku hanya mengangguk tanda mengiyakan kata-katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tolonglah dusun ini, Mas….”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Menolong bagaimana? Aku hanya seorang guru agama, bahkan aku baru dua hari berada di Dusun ini.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tolong bimbing anak-anak itu untuk mengenal Tuhannya, saya yakin Mas Aryo bisa.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitu mantap kata-katanya mengatakan hal itu padaku, sebuah dukungan, keyakinan, atau pujian, entahlah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kenapa Mbak begitu yakin sama saya? Kita kan baru kenal?” tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Mas Aryo sendiri yang mengatakannya,” jawabannya membuat keningku berlipat-lipat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Sikap Mas Aryo yang mengatakannya. Mas Aryo adalah orang mapan dan berpendidikan tapi mau menjadi guru agama di tempat yang terpencil seperti ini, itu sesuatu yang istimewa bukan?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;“Jangan kaget, saya mendapat cerita ini dari Pak Jono” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku baru ingat, ketika pertama kali datang kemari aku sempat bertukar cerita tentag hidupku kepada Pak Jono kenapa aku bisa sampai disini. Pantas saja Mala bisa tahu, mungkin ia memang dekat dengan Pak Jono sehingga banyak tahu tentangku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Jemput purnama itu, Mas,” kata Mala sambil menunjuk rembulan di atas kami yang memang sedang purnama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Maksudnya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Purnama itu ibarat agama dan keyakinan Mas untuk membantu dusun ini. Jemputlah agama itu dan berikanlah pada dusun ini agar kehidupan gelap dusun ini menjadi terang,” katanya berfilosofi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tapi purnama hanya datang sekali dalam sebulan bukan?” tanyaku padanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Maka dari itu, jemputlah ia, dan letakkan keyakinan itu di hati Mas, maka purnama itu tak akan pergi dan akan selalu terang di hati, setelah itu bagilah sinarnya pada anak-anak dan penduduk di dusun ini dengan pendidikan agama tanpa bersikap menggurui dan memaksa.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; “Maaf, Mas, sudah malam, saya harus segera pulang. Assalamualaikum.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Waalaikumsalam.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tenang, Mala…aku akan laksanakan itu dan menjemput purnama, batinku sambil mengikuti langkahnya hingga hilang ditelan malam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seminggu setelah pertemuanku dengan Mala, aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Di mushalla, sungai, ataupun di jalan depan rumahku. Padahal aku ingin berdiskusi dengannya, aku ingin mengatakan bahwa aku sudah mulai mendidik anak-anak di dusun ini dengan sikap purnama yang lembut tapi terang seperti yang pernah dikatakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku juga ingin mengatakan bahwa kini aku mulai mengajari anak-anak itu belajar hijaiyah dan tata cara berwudhu. Tentang Islam, Iman, juga Ihsan. Bahwa hidup harus dengan ilmu juga amal agar menjadi berkah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sore ini aku melangkahkan kakiku memasuki pekarangan rumah Pak Jono untuk melaporkan kegiatanku dalam seminggu ini. Sambil menunggu Pak Jono dari belakang, seperti biasanya aku dipersilakan masuk oleh istrinya dan duduk di sofa kayu yang sudah lapuk dimakan usia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku pun iseng mengambil album foto yang tergeletak di kolong meja ruang tamu, lembar demi lembar aku buka. Betapa kagetnya aku ada sebuah foto hitam putih, di dalamnya masih tercetak jelas seorang wanita cantik berjilbab di tengah deretan anak-anak usia SD, seperti foto akhir tahun. Dan aku kenal wanita di dalam foto itu, ya, tak salah lagi, ia adalah Mala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Sudah lama, Pak Aryo?” Pak Jono sudah duduk di kursi yang berhadapan denganku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ah, tidak Pak, baru saja. Oh ya, Pak, kalau boleh saya tahu ini foto siapa ya?” Aku menunjukkan foto yang sedari tadi aku pandangi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“O…ini foto saya ketika perpisahan akhir tahun, kira-kira empat puluh tahun yang lalu, ini saya yang paling pojok bawah sendiri,” katanya sambil menunjuk seorang anak kecil berkepala botak dengan senyum meringis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Foto SD? Ah mana mungkin? Jelas-jelas ini Mala, batinku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Lalu ini siapa, Pak?” tanyaku sambil menunjuk gambar wanita yang mirip dengan Mala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“O, itu foto Bu Kum, guru favorit Bapak ketika SD. Dia seperti Pak Aryo, kalau pagi mengajar di sekolah, kalau malam mengajar anak-anak belajar mengaji di mushalla.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Bu Kum?” tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Iya, Bu Kum, Bu Kumala tepatnya, tapi sayang dia meninggal muda. Malam itu, malam bulan purnama, Bu Kum pulang sendirian selepas mengajar mengaji dan sholat isya di mushalla. Di tengah perjalanan ia dikejar oleh pemuda nakal kampung sebelah. Mereka ingin memperkosa Bu Kum, akhirnya dia lari dan terperosok di tebing licin dekat rumah Pak Aryo. Kami sangat kehilangan Bu Kum.Kami memakamkannya di balik bukit sana keesokan harinya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Semenjak itu tak ada lagi guru seperti Bu Kum di kampung ini, hingga akhirnya Pak Aryo datang kemari, membawa ajaran seperti yang pernah diajarkan Bu Kum.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mendengar penuturan Pak Jono tentang Mala, bukan, tepatnya tentang Bu Kumala, hatiku menjadi pias dan mataku berkunang-kunang. Aku tak menyangka Bu Kum memilihku dan telah mengajariku bagaimana menjemput Purnama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;Tubuhku menggigil dan lemas, terdengar suara Pak Jono memanggil-manggil namaku, tapi aku tak dapat membuka mataku, tubuhku seperti tertimpa purnama, entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dimuat di Annida-Online, 08 Juni 2010)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-6788664817657439475?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/6788664817657439475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=6788664817657439475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/6788664817657439475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/6788664817657439475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2010/06/menjemput-purnama.html' title='MENJEMPUT PURNAMA'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-867111730649991948</id><published>2010-06-09T02:08:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T02:12:46.145-07:00</updated><title type='text'>TITIP RINDU BUAT GUS DUR</title><content type='html'>Oleh : Richa Miskiyya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan....&lt;br /&gt;Aku hanya rakyat biasa&lt;br /&gt;Yang tak dikenal pejabat berdasi&lt;br /&gt;Apalagi presiden dan menteri-menteri&lt;br /&gt;Maka dengarlah ceritaku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan....&lt;br /&gt;Kemarin aku mendengar kisah&lt;br /&gt;Dari Abah di rumah&lt;br /&gt;Tentang seorang yang ramah di kampung sebelah&lt;br /&gt;Kisah serupa ku dengar dari orang-orang di pasar&lt;br /&gt;Tentang seorang yang sabar meski di cecar&lt;br /&gt;Rupanya kini aku melihatnya&lt;br /&gt;Terbujur dalam keranda dan dijunjung ribuan tangan manusia&lt;br /&gt;Penuh takbir, penyuh tahmid, dan penuh do'a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan....&lt;br /&gt;Kemarin pula aku mendengar mereka bertengkar&lt;br /&gt;Tentang gelar yang ditawar&lt;br /&gt;Untuk Bapak bangsa, ulama besar, atau ulama nasional&lt;br /&gt;Sungguh malu aku.....&lt;br /&gt;Dia saja tak pernah memasang gelar meski berkelana di puluhan kampus  besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan....&lt;br /&gt;Hari ini aku dengar&lt;br /&gt;Namanya disebut di Masjid, Pura, Gereja, Kelenteng&lt;br /&gt;Namanya di ucap di kantor. bus, penjara, juga pasar&lt;br /&gt;Meski aku tak pernah bicara dengannya&lt;br /&gt;Aku rindu padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan....&lt;br /&gt;Untuk jiwa-jiwa besar yang ia tata dari dasar&lt;br /&gt;Sampaikanlah rinduku untuknya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Puisi ini tergabung dalam Antologi Puisi Mengenang 100 Hari Gus Dur, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gus Dur Ku, Gus Dur Mu, Gus Dur Kita, &lt;/span&gt;2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-867111730649991948?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/867111730649991948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=867111730649991948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/867111730649991948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/867111730649991948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2010/06/titip-rindu-buat-gus-dur.html' title='TITIP RINDU BUAT GUS DUR'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-6307525326601397583</id><published>2010-06-09T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T02:08:26.157-07:00</updated><title type='text'>MATA PURNAMA</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cws%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:none; 	mso-layout-grid-align:none; 	text-autospace:ideograph-other; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : Richa Miskiyya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:20pt;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kisah Angin (1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Malam ini ritual itu akan aku mulai lagi, entah sudah berapa lama aku memulai ritual ini, dan sudah berapa angin aku sapa, berapa bintang yang aku lukis di memori otakku, aku lupa. Yang aku tahu dan aku ingat, hanya ada satu yang selalu tetap dan tak berubah, Purnama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bagiku, ini lebih dari sekedar ritual, kewajiban, bukan lagi &lt;i style=""&gt;sunnah&lt;/i&gt;, apalagi makruh. Aku sangat membutuhkannya. Biar saja orang menganggapku gila, sinting, &lt;i style=""&gt;gendheng&lt;/i&gt;, kesurupan, atau semacamnya. Terserah, yang penting aku bahagia dan menikmatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku melewati tangga lingkar menuju lantai dua dan melangkah menuju genting sebelah tangga. “Hap!,” aku pun duduk memeluk lututku, meski dingin tak begitu rupa, tapi aku bagai memeluk purnama. Begitu hangat sinarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setiap tengah bulan aku selalu di sini. Jika ada yang mencari aku, pastilah mereka tahu di mana. Selepas ngaji bandongan &lt;i style=""&gt;Ushfuriyah&lt;/i&gt; tiap tanggal &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; belas, aku pun akan bergegas ke tempat peraduanku, tanpa banyak kata melangkah menemui kekasihku, purnama. Hingga teman-teman di pesantren memanggilku anak angin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam sinarnya aku merasakan kehangatan, meski sang pawana menimangku dalam gigil, tapi aku tetap dalam pendirianku. Aku ingin menemani kekasihku hingga pagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Entah kenapa aku begitu tergila-gila dengannya, purnama. Apakah benar karena ia yang kunanti selama ini tak kunjung kembali. Mata itu…!! Mata yang selalu kusambut dengan senyum tiap pagi di gerbang sekolahku. Masih terlalu kecil mungkin, ketika biru putih masih mendekap tubuh mungilku. Lucu memang, tapi itulah adanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mata itu bersinar, teduh layaknya rembulan, aku tak pernah tahu namanya, yang aku tahu mata itu adalah purnama yang muncul di siang hari. Begitu tenang, teduh bagiku, entah bagi orang lain. Hingga di suatu pagi aku tak pernah melihatnya lagi lewat gerbang hijau sekolahku, sehari, dua hari, hingga seminggu barulah aku tahu ia meninggalkanku. Bersama orang tuanya ke tanah selatan Jawa, &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku tak pernah bertanya siapa namanya, atau lebih tepatnya aku tak pernah ingin tahu siapa namanya, karena yang kuingin hanyalah memanggilnya PURNAMA. Aku memenggal empat huruf terakhir menjadi “NAMA” untuk sebuah nama kecil yang begitu indah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kisah Purnama (1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kumulai langkah baruku, bersama sepenggal kisah yang akan aku rangkai kembali bersama sepenggal kisah lain. Di dalam gerbang di hadapanku ini ada jawabannya, begitulah kata hatiku. “Pondok Pesantren Putra Putri &lt;i style=""&gt;Asyariyah&lt;/i&gt;, kau akan menjadi saksi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Semoga ini bukan ambang batas yang akan menghancurkan semestaku. Aku hanya ingin menjadi saksi juga aktor bagi bertautnya cinta yang terekam mata dalam memori waktu. Dan aku akan menemukanmu. Putri Angin…tunggulah aku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kisah Angin (2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Karena Purnama juga lah, setelah SMA aku bentrok dengan Abahku. Keinginanku meneruskan kuliah ke Yogya tak direstui. Apalah daya, otoritas Abahku sebagai seorang ayah bagiku tak bisa aku tandingi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Abahmu ini Kyai nduk…apa kata orang kalau tahu anaknya tak mau masuk pesantren?!” begitulah kata-kata Abahku yang aku benci.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku jengah dengan sebutan Kyai untuk Abah, aku tak pernah ingin menganggap Abah sebagai Kyai, bagiku Abah adalah Abah, bukan Kyai. Karena Abahku pula sekarang aku terdampar disini, sebuah pesantren di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kretek, yang mana akan tercium wangi tembakau dari pabrik kala hujan turun. Nikmat memang, tapi dari sini pula aku harus memendam kisahku tentang Nama dengan peraduanku kala malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku tak pernah minta banyak pada purnama, aku hanya memintanya menemaniku satu malam saja tiap bulan, tidak lebih. Dan itulah yang sudah ia lakukan, dengan senyumnya merangkulku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Suara teman-temanku di &lt;i style=""&gt;gotakan&lt;/i&gt; lamat-lamat mulai menghilang, mungkin mereka sudah tertidur. Kupandang jam tangan warna silver di pergelangan kiriku, pukul 00.05 WIB. Sudah lewat tengah malam, pantas sudah tak ada suara, tapi dengarlah kegaduhan akan kembali muncul tiga jam lagi. Saat Mbak Aini sang lurah pondok melantunkan sholawat dan berbekal sajadah memukul kaki para santri. Tak sakit memang, tapi cukuplah untuk mengembalikan nyawa mereka yang sudah berkelana hingga ke negeri Obama untuk menghadap Ilahi bersama hajat dan tahajud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tapi pukulan sajadah itu tak cukup manjur untuk beberapa santri, jika Mbak Aini sudah berpindah ke &lt;i style=""&gt;gotakan &lt;/i&gt;lain, tak ayal santri &lt;i style=""&gt;mbeling&lt;/i&gt; itu akan kembali memeluk bantal atau transmigrasi ke lemari besar tempat baju-baju seragam sekolah digantungkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jika beruntung, tak akan tertangkap pengurus, tapi jika tertangkap, siap-siap menghadap Bu Nyai dan membaca Asma’ul Husna dua puluh kali di hadapan beliau. Sebuah hukuman yang mendidik tanpa harus dengan kekerasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selama aku hampir tiga tahun disini, aku belum pernah sekalipun tertangkap pengurus, padahal aku jarang ikut jama’ah, lucu memang, tapi itulah kenyataannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ia belum datang juga….” Dengusku agak kesal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kenapa awan-awan itu menggangguku? Ayolah sayangku….cepat datang, aku tak mau embun-embun itu membasahi mataku hingga aku tak dapat melihat jelas rupamu” ucapku pada langit.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tak berapa lama senyumku terkembang, akhirnya engkau datang juga….memang benar parasmu serupa dengan mata itu, mata yang selalu menghiasi mimpiku, mata purnamaku, yang sampai sekarang aku tak tahu ia dimana. Yang pasti, ia selalu ada disampingku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Zul…bangun!! Zulaicha…bangun, tahajud!!” mataku mulai meraba dunia, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Hhhhh….” Aku mengerjapkan mataku beberapa kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Bangun, tahajud!!!” ternyata Mbak Aini yang membangunkanku, tak terasa aku tertidur di atas atap, ku pandang lagi ia, ternyata masih ada di langit, meski sudah pindah beberapa derajat dari tempat semula, tapi cukuplah untuk menyapaku sebelum embun merayuku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;*&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kisah Purnama (2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku kedinginan karena sapaan angin semalam, aku melihatnya di gelap malam, senyumnya merekah kala ia datang menyapa, sapaan purnama itu ia terima dengan do’a. Semoga ia tak melihatku sedang mengawasinya. Ternyata benar, ia begitu cantik dalam pantulan cahaya purnama, apalagi ketika ia pulas berselimut angin di atas &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, ternyata Purnama memang tak bohong dalam kisahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kisah Angin (3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sholawat fajar memaksaku untuk meninggalkan purnama, kewajiban para santri saat jum’at fajar dimulai dan sebelum subuh berkumandang. Aku melihat kantuk masih menyergap mata kawan seperjuanganku, tapi begitulah, perjuangan yang sama dalam meraih cita, tapi tak sama dalam cinta, itu menurutku, tapi entah menurut mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kewajiban yang sama pun kembali hadir, ketika hari libur bagi santri yang sekolah, tapi tak libur untuk &lt;i style=""&gt;ro’an &lt;/i&gt;di pondok. Santri yang kemungkinan besar di rumah hanya bersantai, jangan harap bisa terlaksana pula di pondok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mata pengurus setajam elang, menyisir setiap sudut pondok, selain acara &lt;i style=""&gt;ro’an, &lt;/i&gt;acara yang juga ditunggu oleh pengurus adalah melaksanakan &lt;i style=""&gt;takziran&lt;/i&gt; bagi santri yang menjadi terdakwa kasus berat, menguras got. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku tak berminat melihat teman-temanku yang menjadi terdakwa kasus, bisa kualat, istilahnya bergembira dan tertawa di atas penderitaan orang lain. Aku tak mau seperti pejabat yang duduk di kursi empuk, dapatkan keinginan, tapi kemudian tertawa di atas penderitaan rakyatnya. Aku akhirnya memilih bergabung di belakang pondok, mencuci bajuku yang sudah menumpuk bak tumpukan hamburger yang siap disantap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tahu tidak, ada santri putra baru lho, ganteng, Gus Yusuf namanya, putra kyai dari &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;” kata Mbak Ratih yang mencuci menggunakan kran air di sampingku. Gosip dari Mbak Ratih pun menjadi bahan obrolan hangat di tempat cuci pagi itu&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Cerita tentang sang pangeran bergulir bak bola salju, ada bumbu-bumbu disana-sini, entah dia anak kyai lah, pintar baca kitab lah, tapi bagiku itu hanya uap dari santri baru. Dua atau tiga bulan lagi juga surut episode tentangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kisah Purnama (3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Hijabmu putih bersih bercorak mawar, sesekali kamu mengibaskan tanganmu menghalau debu dan asap centil yang mengganggu hidung dan mata cantikmu, langkahmu seanggun angin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pantai sayang. Engkau melangkah bersama beberapa buku diktat kuliah di tangan melewati gerbang dan berjalan di samping &lt;i style=""&gt;ndalem.&lt;/i&gt; Aku pun beranjak dari persembunyianku dan melewati jalan di samping kamarmu, berharap akan melihatmu dari balik satir. Namun, yang kutemukan justru suara kawan-kawanmu yang membuatku malu dan berlalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kisah Angin (4)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;“Itu dia orangnya,” tunjuk seorang santri putri dari balik jendela &lt;i style=""&gt;gotakan.&lt;/i&gt; Santri sekamarku pun bergegas ingin melihat santri baru yang jadi buah bibir itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Aku baru masuk &lt;i style=""&gt;gotakan&lt;/i&gt; melihat kegaduhan yang terjadi, tapi sumpah, aku hanya ingin melihat dan ikut meramaikan saja. Perawakannya gagah, meskipun tak begitu tinggi, tapi sayang aku hanya melihat punggungnya sekilas. Tapi rasanya aku pernah melihat punggung itu, tapi dimana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Terserahlah, aku tak ingin larut dengan euphoria kaum hawa yang sedang pubertas, aku hanya ingin purnama, tak mau tahu soal lelaki lain, yang wajahnya saja aku tak tahu. Meskipun terkesan sok, entahlah, hanya ia yang ada dalam alam pikirku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kisah Purnama (4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Akhirnya aku temukan dia, setelah sekian waktu petualanganku mencari jejaknya kembali, demi mengurai kisah klasik yang pernah tercipta, dari serakan-serakan puisi usang dan bersimbah noktah merah darah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Meskipun hanya sekilas mata aku melihatnya, tapi aku tahu itu dia, sang angin….Tak tahu ia melihatku ataukah tak hiraukan keberadaanku, atau bahkan ia lupa segala kisah lalu. Rasanya mungkin memang indah jika jalannya tak seperti ini. Tapi entahlah, siapa yang akan tahu jalan di depan, lurus, bergelombang, atau berkelok, sedangkan aku belum pernah melewatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;“Semoga semua akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baik-baik saja” pintaku dalam hati penuh harap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kisah Angin (5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ini sudah kesekian kali aku menemukan kertas berukir sepenggal puisi yang dilempar lewat jendela kamarku, ketika aku tengok keluar ternyata yang aku temukan punggung yang sama dengan lelaki gagah idaman santri putri itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Entah ditujukan pada siapa puisi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Sang Angin telah kembali….&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bersama ketenangan yang meredam cekam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akankah kau tahu purnama kedua menanti&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hanya sebait puisi, singkat, padat, tapi sarat pesan. Akhirnya aku beranikan menulis rangkaian aksara. Tiba-tiba terdengar suara bisikan yang memanggil dari bawah jendela kamarku yang memang merupakan jalan pemisah antara pondok putra dan putri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Masya Allah….mata itu…mata purnama, tapi mungkinkah” batinku berkecamuk hebat.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Si…siapa kamu?” suaraku bergetar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Aku purnama, balas ya puisiku” katanya penuh senyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku pun segera melemparkan kertas yang tadi sempat aku corat-coret, tanpa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;basa-basi, tanpa senyum aku pun kemudian berlalu dari jendela. Karena aku tak mau ia melihat wajahku yang berubah merah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kisah Purnama (5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pertama kali aku berbicara dengannya, memang begitu sejuk suaranya, laksana angin, kadang ia lembut, tapi kadang juga bisa setegas topan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku tangkap kertas pemberiannya, tapi kenapa ia begitu cepat berlalu, apa mungkin caraku salah. Aku melangkahkan kakiku kembali ke kamar. Kubuka kertas pemberiannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Siapa dalam malam&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Apakah hanya angin?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kuharap tiada awan yang begitu angkuh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hingga aku tak tahu siapa dalam pandang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yang begitu ramah menyapa &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Senyumku tiba-tiba merekah, aku tak tahu ternyata ia bisa merangkai kata. “Purnama, ini semua untukmu, bukan untukku” bisikku seraya melipat kertas yang baru saja aku baca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku kembali membuka rangkaian puisi yang aku susun rapi tiga tahun lalu, penuh warna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merah di beberapa tempat. Aku belajar puisi darinya, dari orang yang begitu penuh cinta hingga rela melakukan semua demi cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di lembar pertama aku membaca sepenggal puisi tertanggal 26 November &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tahun lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Begitu angkuhkah dirimu&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hingga tak pernah menyapa dalam suara&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hanya mata yang berbicara&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dari sekelebat pandang dari sudut jendela &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Lembar berikutnya kubuka, ada kesaksian tentang pemilik puisi ini, juga tentang cintanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Aku adalah purnama&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kala malam sekuning mentari&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kala siang seputih salju&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku adalah purnama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Menanti angin yang begitu jauh &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun cintanya begitu tenang mengalir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Melewati nadiku yang sejenak terdiam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Karena sentuhanmu yang tak kunjung hilang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tak terasa air mata ku menetes, aku tak pernah bosan membaca lembar demi lembar tumpukan kertas yang sudah mulai berwarna kecoklatan dan kumal. Mungkin karena terlalu sering aku baca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Begitu dingin tulisannya tapi juga begitu hangat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cintanya. Aku mendenguskan nafasku untuk kesekian kalinya. Semoga aku bisa mewujudkan keinginan terakhirmu, wahai purnama pecinta angin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kisah Angin (6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kutemukan lagi ceriaku, kutemukan lagi nafasku. Akhirnya kutemukan purnamaku, cinta memang tak terduga kapan &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; kembali. Ternyata sang pelempar kertas itu adalah purnama, dan ternyata selama ini ia juga mencariku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kumulai lagi kisahku dari awal, merangkai cintaku yang sempat berserakan tak tentu arah. Kupunguti satu per satu kenanganku dan merangakainya menjadi mozaik merah jambu dalam hidupku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kini dalam sujudku tiada lagi keluh kesah pada Sang Pemilik Cinta, karena Ia telah membagi sedikit padaku, tapi cukuplah bagiku. Tuhan telah melakukan semua dengan caraNya, dengan segala bentuk yang tak terduga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Meski kasihku masih terhalang tembok salafi, tapi cukuplah hanya berbalas sapa lewat kertas dan jendela. Meski kadang harus berhimpitan dengan keamanan jeruji salafi yang kadang tak kenal hati.Tapi bagiku semua terasa indah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kisah Purnama (6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Ya Allah...maafkan hamba, ini semua hamba lakukan karena tak ingin semua cinta yang ada berakhir sia-sia Ya Allah...." rintihku malam ini dalam sujudku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Ketika semua diamanahkan padaku, hamba tak kuasa menolak di detik terakhir mata sang purnama tertutup, apa yang harus hamba lakukan Ya Rabb....haruskah hamba melanjutkan ini semua.....," desahku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Entahlah, dia terlalu indah hingga aku tak kuasa jika harus berdusta, tapi bagaimana aku harus berkata, sedangkan mulutku telah digembok tanggung jawab tentang penghormatan cinta yang tak sempat diungkap dengan kata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kisah Angin (7)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ini pertama kali aku duduk disampingnya, setelah mengendap lewat pintu belakang samping kamar mandi pondok. Berjanji bertemu di bawah pohon mahoni samping makam, mataku melirik kanan kiri takut akan ada santri lain yang melihat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku tak berani memandangnya, mataku hanya tertunduk memandangi kakiku dan sandal jepitku. Hingga kalimat itu terucap, kalimat yang membuat langit seakan runtuh dan hanya ada surga di atas kepalaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Bolehkah aku menjadi suamimu?” tanyanya singkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kisah Purnama (7)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dadaku menjadi bergemuruh, ternyata kalimat itu terlontar juga dari mulutku. Aku hanya bisa bermain ombak di hatiku sendiri. Angin maafkan aku, seharusnya kalimat ini tak terucap dari mulutku. Aku bukanlah purnama itu, aku hanya bagian dari matanya saja, tak seharusnya tragedi itu terjadi, ketika ia harus melawan penyakit ginjalnya yang sudah akut. Aku hanya bisa mendengar ceritanya tentangmu, aku tak pernah melihat wajahmu juga wajah purnama karena duniaku gelap sejak aku keluar dari rahim Ibunda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hingga akhirnya ia memberikan mata purnamanya padaku ketika matanya telah tertutup tiga tahun lalu, aku melihat banyak namamu di kertas yang ia tinggalkan dengan percikan darah dari mulutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan ketika aku berjanji sebelum ia ke surga agar aku menjagamu tanpa mengatakan aku bukan purnama, aku hanya saudara kembarnya. Kuharap engkau tak akan pernah tahu, Maafkan aku angin. Biarkan Tuhan bekerja dengan caraNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Yang aku inginkan kini mencintaimu &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;setulus angin menjadi nafasku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;juga sepenuh purnama menyinariku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;aku ingin mencintaimu sesederhana itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Tanpa rupa sang raja,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;tanpa kuda sang kesatria, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;tanpa jiwa yang penuh luka, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;aku ingin mencintaimu sesederhana itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Bolehkah aku menjadi suamimu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kalimat itu terlontar juga, dan kini aku menanti ia menjawabnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kisah Purnama dan Angin (8)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku terdiam menanti waktu, juga berfikir tentang kata yang tak pernah terungkap. Jika ini adalah akhir, semoga ini menjadi akhir yang sempurna. Untuk detik yang tak terulang, dan untuk air mata yang jatuh diam-diam. Serupa daun-daun mahoni yang menjadi saksi kebisuanku kini, menanti prosa dan cerita baru yang akan terukir dalam bentang zaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Cerpen ini adalah runner up dalam lomba cipta cerpen Mahasiswa Se-Indonesia di STAIN Purwokerto, tergabung dalam Kumpulan Cerpen Bukan Perempuan (Grafindo, 2010)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-6307525326601397583?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/6307525326601397583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=6307525326601397583' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/6307525326601397583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/6307525326601397583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2010/06/mata-purnama.html' title='MATA PURNAMA'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-3520740659606146752</id><published>2009-11-24T05:04:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T05:30:41.717-08:00</updated><title type='text'>AKU MENULIS MAKA AKU ADA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SwvfpvgOwtI/AAAAAAAAACU/SkCz7tBd8CI/s1600/DSC09321.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SwvfpvgOwtI/AAAAAAAAACU/SkCz7tBd8CI/s320/DSC09321.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407661685807694546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SwvfpOR2GRI/AAAAAAAAACM/IYCZUefO0HY/s1600/DSC09267.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SwvfpOR2GRI/AAAAAAAAACM/IYCZUefO0HY/s320/DSC09267.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407661676888987922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jam sudah menunjukkan pukul 00.00 WIB alias tengah malam, tapi beberapa orang yang terbagi dalam empat kelompok kecil masih asyik dengan apa yang ada di depannya. Ada yang menggunting, menempel, atau bahkan menulis dengan terkantuk-kantuk. Tapi, semua masih terlihat semangat. Sesekali mereka memandang jam dinding yang terpasang, masih ada waktu dua jam lagi untuk menyelesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan acara belajar kelompok, atau bikin PR untuk tugas sekolah, tapi ini adalah salah satu dari rangkaian acara Workshop Jurnalistik untuk syarat wajib Crew baru LPM MISSI Fakultas Dakwah IAIN Walisongo yang diselenggarakan di Kelurahan Karang Sari Kendal Kec. Kota Kendal, 20-22 November 2009 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang mengusung tema "Aku Menulis Maka Aku Ada" ini diikuti oleh 21 mahasiswa calon Crew baru MISSI yang terbagi ke dalam 4 kelompok. Dan masing-masing kelompok diwajibkan untuk membuat majalah mini selama sehari semalam. Diawali dengan pengajuan proposal pra pembuatan majalah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hunting berita, &lt;/span&gt; pembuatan majalah, dan dipungkasi dengan evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hunting &lt;/span&gt;berita berkisar di daerah, Kelurahan Karang Sari, Alun-alun Kendal, GOR, dan sekitarnya. Yang lebih menantang, dalam workshop kali ini juga diadakan praktek fotografi, yang mana setiap kelompok harus menampilkan foto-foto berita yang diburu ke dalam majalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kebetulan, nama keempat majalah ini sama-sama diawali huru M, yaitu Mars, Menara, Media Rakyat, dan Masyarakat Karya. Untuk menambah semangat, disediakan hadiah bagi pemenang, dan juara satu adalah Majalah Mars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini menguji kekompakan untuk setiap kelompok, dan acara ini bukan merupakan akhir dari rangkaian acara MISSI, tapi merupakan babak baru untuk perjuangan dalam keluarga besar MISSI. Dan diharapkan pula, dari kegiatan ini tercipta jurnalis handal yang pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan dalam dunia yang bergelut dengan kertas dan pena.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-3520740659606146752?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/3520740659606146752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=3520740659606146752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3520740659606146752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3520740659606146752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2009/11/aku-menulis-maka-aku-ada.html' title='AKU MENULIS MAKA AKU ADA'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SwvfpvgOwtI/AAAAAAAAACU/SkCz7tBd8CI/s72-c/DSC09321.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-3580752866612615099</id><published>2009-06-09T06:26:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T06:55:49.826-07:00</updated><title type='text'>KPI'S DAY FOR COMMUNICATION EXPO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/Si5kVs3-CUI/AAAAAAAAACE/OQLBL7YpDCw/s1600-h/DSC03105.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/Si5kVs3-CUI/AAAAAAAAACE/OQLBL7YpDCw/s320/DSC03105.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345320131721300290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/Si5kVUncF4I/AAAAAAAAAB8/gNiraSjywfc/s1600-h/DSC00277.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/Si5kVUncF4I/AAAAAAAAAB8/gNiraSjywfc/s320/DSC00277.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345320125209515906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    Akhirnya perhelatan akbar yang digeber oleh HMJ KPI 2009 Fakda IAIN Walisongo berwujud KPI'S DAY FOR COMMUNICATION EXPO berakhir dengan sukses. Acara yang berlangsung 25-28 Mei 2009 ini menghadirkan serangkaian acara yaitu, Rakornas KPI se-Indonesia, Seminar Lintas Budaya, Workshop Penulisan Fiksi dan Sastra, Lomba SMA se Kota Semarang dan MA se-Jawa Tengah, Lomba Mahasiswa se-IAIN Walisongo, KPI in Action dan Bazar.&lt;br /&gt;     Tak terasa perjuangan selama tiga bulan buat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prepare&lt;/span&gt; acara ini nggak sia-sia, meskipun pada awalnya banyak cibiran dan pandangan sebelah mata oleh banyak pihak. Namun dengan penuh NIAT, TEKAD, dan yang pasti NEKAT, para punggawa panitia dan dikomando oleh Sang Ketupat(Ketua Panitia) Chanif Miftahuddin dan Sang Ketua HMJ Esta Ahditia membuktikan bahwa KPI is Powerfull, Wonderfull, dan Succesfull.&lt;br /&gt;      Rakornas sendiri dihadiri oleh 15 PTAI seluruh Indonesia yaitu dari Aceh, Palembang, Palangkaraya, Palu, Samarinda, Banjarmasin, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Surakarta, Surabaya, Yogyakarta, Kediri, Makassar, dan Wonosobo. Dan salah satu hasil Rakornas adalah pelaksanaan Kongres KPI I yang akan diadakan di UIN KAlijaga Yogyakarta November nanti.&lt;br /&gt;      Untuk Lomba News Reader SMA dan MA dimenangkan oleh SMA Nasima (juara I), MAN 1 Pemalang (juara II), SMA 13 Semarang (juara III), dan Lomba MAding dimenangkan oleh SMA 6 Semarang (juara I), SMA 7 Semarang (juara II), SMA 1 Limbangan (juara III) yang mana masing-masing juara mendapatkan Piala Walikota+ Piagam + Uang Pembinaan.&lt;br /&gt;      Rasanya plong sekaligus terharu saat berakhirnya acara ini, kebersamaan selama berbulan-bulan, jatuh-bangun, dan penuh tangis air mata terbayar sudah. Akhirnya kami dapat membuktikan bahwa sesuatu itu dapat terlaksana jika ada NIAT, TEKAD, dan KENEKATAN yang penuh semangat. Dan justru karena pandangan sebelah mata itulah yang menjadi motivasi  bagi kami dalam terwujudnya acara ini.&lt;br /&gt;      Kerja keras dan kesungguhan menjadi harta berharga dalam sebuah organisasi.&lt;br /&gt;BRAVO KPI!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-3580752866612615099?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/3580752866612615099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=3580752866612615099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3580752866612615099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/3580752866612615099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2009/06/kpis-day-for-communication-expo_09.html' title='KPI&apos;S DAY FOR COMMUNICATION EXPO'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/Si5kVs3-CUI/AAAAAAAAACE/OQLBL7YpDCw/s72-c/DSC03105.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-6667010131950282633</id><published>2009-04-10T05:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T06:09:43.259-07:00</updated><title type='text'>TAK SEKEDAR LEWAT MIMBAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/Sd8-3va5qRI/AAAAAAAAAB0/x8ILs0-r88Y/s1600-h/IMG0187A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/Sd8-3va5qRI/AAAAAAAAAB0/x8ILs0-r88Y/s320/IMG0187A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323042411918240018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    Berdakwah kini tak hanya dilakukan lewat mimbar, dengan sorban, juga peci yang terpasang di atas kepala oleh seorang kyai, ustadz, atau ustadzah.&lt;br /&gt;    Dakwah adalah ajakan menuju kebaikan, dan kini bisa dilakukan dengan berbagai cara, bisa lewat tulisan, musik, juga film.&lt;br /&gt;    Cara berdakwah lewat film inilah yang dikembangkan oleh Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang. Dengan adanya Production House milik Laboratorium Fakda, mulai bermunculan pula lah para sineas-sineas muda yang menjadikan PH ini sebagai kawah candradimuka untuk menekuni dan menggapai cita-citanya di bidang broadcasting dengan tak mengesampingkan jiwa dakwah yang dimiliki.&lt;br /&gt;    Baru-baru ini, Fakda menggelar workshop perfilman, dari workshop ini diharapkan kemampuan mahasiswa di bidang broadcasting bisa lebih terasah. Dari sekian judul naskah skenario yang masuk dari peserta workshop, akhirnya terpilihlah naskah skenario "JURAS" karya Chamid Ihsanuddin, mahasiswa KPI angkatan 2005. "JURAS" mengisahkan adanya jurang asmara antara agus yang ternyata mencintai ibunya sendiri.&lt;br /&gt;     Setelah pemilihan naskah dipilih pula para crew film indie religi ini untuk menggarap dari proses shooting, editing, hingga finishing nantinya. Chamid yang merupakan penulis skenario, akhirnya didaulat pula menjadi sutradara.&lt;br /&gt;    Tak hanya pemilihan crew, untuk film ini pun diadakan audisi dan karantina untuk para pemainnya yang juga terdiri dari para mahasiswa dan dosen. Meskipun lelah shooting dari pagi sampai malam sejak 23 Maret, hingga harus rela ijin meninggalkan bangku kuliah untuk sementara waktu .Akhirnya acara shooting yang penuh teriakan action dan cut ini selesai  08 April lalu.&lt;br /&gt;    Nah...tugas para editor neh, bikin potongan-potongan scene jadi semakin baghoooeeessss.&lt;br /&gt;Semoga karya dan dakwah kami tak hanya sampai disini....Itu harapan kami. Amien....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-6667010131950282633?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/6667010131950282633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=6667010131950282633' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/6667010131950282633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/6667010131950282633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2009/04/tak-sekedar-lewat-mimbar.html' title='TAK SEKEDAR LEWAT MIMBAR'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/Sd8-3va5qRI/AAAAAAAAAB0/x8ILs0-r88Y/s72-c/IMG0187A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-8518367907896889309</id><published>2009-02-08T02:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T02:32:23.336-08:00</updated><title type='text'>JaNgAn KeLuAr TrAcK</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:comic sans ms;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:comic sans ms;" &gt;      &lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:comic sans ms;font-size:100%;"  &gt;Selasa, tepatnya nih tanggal 20 Januari 2009, semua mata dari seluruh penjuru dunia tertuju pada satu nama, siapa lagi kalo bukan Barack Husein Obama, Presiden Amerika Serikat ke-44 yang baru saja dilantik.&lt;br /&gt;       Barack Obama yang pas kecilnya pernah sekolah di Menteng-Jakarta ini dipandang banayk orang sebagai salah satu orang sukses di dunia. Apalagi setelah ia menjadi Presiden Negara Adidaya pertama yang berkulit hitam dan dipandang bisa bikin perubahan di dunia, seperti semboyan kampanyenya "Change".&lt;br /&gt;       Semua orang di dunia ini pengen jadi orang sukses. Mana ada coba orang ditanya gini "Mau jadi orang sukses nggak?" trus dijawab "Aku nggak mau jadi sukses ah!".&lt;br /&gt;       Dari pengamen sampe presiden, dari bakul pecel sampe presenter, dari petani sampe pejabat tinggi, semuanya pengen disebut sebagai orang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gampang Kok&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menurut Muhammad Amin, seorang trainer muda asal Kota Ukir Jepara bilang kalo mau jadi sukses itu gaaaaaaaampang pake banget!! Ah masa' seh??&lt;br /&gt;       Menurut dia lagi nih ya...orang yang pengen sukses itu banyak, tapi...orang yang mau meraih sukses itu dikit. So, peluang buat sukses tuh jadi gedhe.&lt;br /&gt;       Bener juga ya...sedikit banget orang yang mau berusaha buat meraih kesuksesan. Padahal nih ya, sukses itu nggak untuk ditunggu aja. Kalo kerjaannya tiap hari ongkang-ongkang kaki aja, and nunggu rejeki turun dari langit, ya...sama aja bo'ong dong, kiamat tinggal dua hari lagi juga nggak bakalan sukses. Ya kan...ya sih...ya dong....??&lt;br /&gt;       Sukses itu bukan sulap apalagi sihir, tinggal ucapin mantra sim salabim abrakadabra, cling!!! trus tiba-tiba jadi sukses...ya enggaklah....Sukses itu butuh proses, butuh usaha yang enggak ecek-ecek bu'....Dan yang lebih penting lagi, kesuksesan itu nggak melulu ngomongin soal materi, duit, jabatan, de el el. Yang namanya kesuksesan itu lebih kompleks.&lt;br /&gt;       Abdalla Badri, cowok yang tulisannya kerap wara-wiri di media lokal and nasional ini bilang " Sukses itu bukan tinggi, besar, dan terkenal. Tetapi orang yang setia dengan kebenaran dan kebaikan"&lt;br /&gt;       "Banyak orang yang besar tapi dipenjara karena korupsi, tidak setia dengan kebenaran" lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;       Emang percuma banget, nggak ada gunanya alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muspro&lt;/span&gt; kalo punya jabatan tinggi, duit banyak,mobil bagus, tapi ujung-ujungnya di bui, capek deh...Lihat aja sekarang, di koran, di Tv banyak berita soal penjahat-penjahat berdasi yang potong kompas, malu-maluin banget.&lt;br /&gt;      Mungkin di mata mereka kesuksesan sama dengan kaya, sukses itu buat aku aja, bukan untuk rakyat. Padahal kan sukses itu ada ketika kita bisa bikin orang laen seneng, bikin orang laen bahagia.&lt;br /&gt;       Jangan dipikir bapak-bapak and ibu-ibu yang tiba-tiba jadi "foto model" dadakan, fotonya banyak dipajang di pinggir jalan, ditempel di pohon, tiang listrik sampe tembok pos ronda bisa disebut orang sukses kalo mereka menang nanti, kecuali kalo mereka bener-bener tetep mengemban amanah rakyat, hingga nanti duduk nyaman di "kursi panas"&lt;br /&gt;       Emang lebih baik hidup berkecukupan tapi masih setia dengan kebenaran, daripada hidup kaya tapi lupa jalan and salah jurusan.&lt;br /&gt;      Ibaratnya Valentino Rossi, pembalap Moto GP yang udah jadi juara dunia berkali-kali. Rossi nggak akan pernah sukses mencapai podium teratas kalau ia keluar track balap. Meskipun banyak tikungan tajam, Rossi selalu berusaha buat nggak keluar dari arena and tetep melaju di track yang bener.&lt;br /&gt;       Gitu juga kalo mau sukses, ada banyak tikungan tajam dan jalan licin saat akan meraihnya. Tapi, kalo kita tetep semangat dan setia pada jalur yang bener. pasti deh...sukses akan segera tergenggam. Otre??&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;MAU JADI SUKSES&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;1. THINK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;Berfikirlah kalo kamu pasti bisa meraih kesuksesan, kita harus punya fikiran      and mindset yang good soal sukses. Kalo kamu berfikir bisa, kamu pasti bisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;2. PLAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;Kamu harus punya arah or strategi apa yang mau kamu gunain dalam arah meraih kesuksesan, jangan sampe salah arah, jangan grusa-grusu biar hasilnya memuaskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;3. ACTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;Beraksilah, jangan cuma pinter konsep aja. semua itu harus ada prakteknya. Biar nggak sia-sia semua pemikiran and planning yang udah kamu susun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;4. LIHAT SEKITAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;Dalam meraih sukses harus lihat kanan-kiri, depan-belakang. Jangan sampai demi keinginan kita tega nyerempet or nabrak orang laen. intinya jangan sampe kita tertawa di atas penderitaan orang laen. Kalo kita senengorang laen juga harus seneng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;5. INGAT PRINSIP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms;"&gt;Harus ingat prinsip awal, setia sama  kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-8518367907896889309?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/8518367907896889309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=8518367907896889309' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/8518367907896889309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/8518367907896889309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2009/02/jangan-keluar-track.html' title='JaNgAn KeLuAr TrAcK'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-301911069130363073</id><published>2009-01-31T05:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T05:15:30.864-08:00</updated><title type='text'>PoEM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUNGKAS&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lagi panggil aku&lt;br /&gt;Dari sudut taman yang sama&lt;br /&gt;Dalam ringkihan ringan tak beraturan&lt;br /&gt;Serigala telah pergi&lt;br /&gt;Hanay ada jejak kabur, juga raungan itu&lt;br /&gt;Yang diredam hawa panas&lt;br /&gt;Ceceran daun kuremas&lt;br /&gt;Tertinggal dalam debu di sudut jendela&lt;br /&gt;Redam sudah pucuk-pucuk edelweis&lt;br /&gt;Didekap dingin peraduan yang garang&lt;br /&gt;Tanah-tanah itu mulai marah&lt;br /&gt;Ketika setengah tubuhku hilang&lt;br /&gt;Ringkas sudah takdirku yang semu&lt;br /&gt;Padam jua api di ujung rambutku&lt;br /&gt;Menyisakan hitam, bukan putih, bukan pula merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laura at Shantytown 250109&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-301911069130363073?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/301911069130363073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=301911069130363073' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/301911069130363073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/301911069130363073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2009/01/poem.html' title='PoEM'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-1956251928759296290</id><published>2008-11-28T00:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T01:12:54.523-08:00</updated><title type='text'>IMIKI dLm TaWa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SS-wrX2ikuI/AAAAAAAAABE/_ygxzrMjPDg/s1600-h/nak2+IMIKI.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SS-wrX2ikuI/AAAAAAAAABE/_ygxzrMjPDg/s320/nak2+IMIKI.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273627947857777378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Zaw.....ne dia tampang malezke anak2 IMIKI.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;hahahaha, gimana gak malezke lha wong belum mandi gitu loch........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;kemaren acara makrab IMIKI diadain di Bandungan tanggal 22 NOvember gityu deh......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;acara ne diadain ma panitia cabang Semarang yaitu cah2 USM,UNDIP,UNISSULA,and gak ketinggalan so pasti I...A....I...N.....hahhahaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;dari kampus hijau IAIN qta naek bus bergoyang, trus nyampe UNDIP qta dah ditunggu ma panitia UNDIP, alhasil qta bareng2 ke Bandungan dengan bus Bergoyang yang pull AC (Angin criwing-criwing)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;teuteup dengan sepenuh jiwa raga sang bus yang malang itupun naik ke bandungan.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;mungkin kalo bus itu bisa ngomong bakalan bilang (syumpeh dah......ne anak2 brisik banget!!!)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;gimana gak brisik didalem bus yang ada ngoceh.......aja...........anak komunikasi gitu.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Watatatata.............&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;sampe disana setelah menahan lapar dan dingin yang mendalam akhirnya hal yang paling ditunggu pun datang........MAKSIAT.....(MAKan, iStIrahat, sholAT).......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;sorenya acara kenalan gitu dehhhhhhhh........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;gak lama sang Tamu Agung pun datang yaitu Edo....KETUA IMIKI PUSAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;kalo dipikir2 gile aje....sini sono(kalimantan) naik pesawat, di bandungan cuman sak nyuk...eh udah balik lagi.....kaya rumah ke pasar aje ye....deket banget....yaiyalah lha wong naek motor mabur....gak capek mas????&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;hari kedua ada permainan2 gitu.......ada pensi nya juga, paling lucu seh yang puisi dari kelompoke mbak ragil, 3 puisi disambung-sambungin gitu lho........and pas maen cabucacaca, ivosh dikerjain habis2an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;malemnya acara api unggunnya gak sukses habis kayu bakare dikit jadi keburu habis.jadi pindah deh ke aula tapi tetep seru and so pasti tetep dingin bo.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;OIA, kalo permainan tarik tangan dimenangin ma kelompoke ivosh(korwil III) yaiyalah lha wong badane ivosh aja segedhe gambreng....hehehehe : )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;malemnya nyanyi2 pake lilin(maksute nyanyi sambil diterangi lilin gitu, trus ada Fifi yang di daulat buat nyanyi, sumpeh suaranya dahsyat boz.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;jadi yang dengerin minta tambah lagu......aja!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;yach....itulah kebersamaan anak2 IMIKI yang penuh haha hihi.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;uhhhhh jadi pengen lagi.........&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-1956251928759296290?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/1956251928759296290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=1956251928759296290' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/1956251928759296290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/1956251928759296290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/11/imiki-dlm-tawa.html' title='IMIKI dLm TaWa'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SS-wrX2ikuI/AAAAAAAAABE/_ygxzrMjPDg/s72-c/nak2+IMIKI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-7190382527142355785</id><published>2008-11-18T06:29:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T06:35:07.141-08:00</updated><title type='text'>Jablay aer bo'...........</title><content type='html'>Wah.....tau nggak seh....kalo akhir-akhir ne gue ma nak-nak se kost crazy house lagi jablay air.....&lt;br /&gt;Gara-garane kamar mandi ne lagi digempur tanpa adanya konvirmasi dulu...&lt;br /&gt;Yach...jadinya ya...gitu deh(gonduk bo'........)&lt;br /&gt;Malah kemaren tuh sempet juga, kita pagi-pagi saat mulai kuliah pagi dikampus nebeng mandi deh dikampus.......wakakaka&lt;br /&gt;Alhasil kita ke kampus bawa peralatan perang buat mandi and make up....&lt;br /&gt;Kalo gue seh bangga bisa mandi di kampus........&lt;br /&gt;secara presiden aja nggak pernah nebeng mandi di kampus....(apa hubungannya????) hehehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-7190382527142355785?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/7190382527142355785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=7190382527142355785' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7190382527142355785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7190382527142355785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/11/jablay-aer-bo.html' title='Jablay aer bo&apos;...........'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-7851970609786067557</id><published>2008-10-27T05:40:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T05:57:06.282-07:00</updated><title type='text'>Kutunggu Kau Di Hatiq</title><content type='html'>Sudah 2 bulan kita bersama, sejak kau pulang dari pesantren hingga hari ini aku masih mendengar suaramu juga nasihatmu.&lt;br /&gt;tapi esok??? hingga beberapa bulan ke depan, aku harus rela memendam rinduku dihatiku....&lt;br /&gt;     Entah apa kau disana dapat merasakan rindu yang membuncah di hatiku?&lt;br /&gt;Rasa yang entah sejak kapan telah ada di tubuhku.&lt;br /&gt;Kau biasa saja!! ya itulah kau!&lt;br /&gt;Tapi bagiku kau lebih dari sekedar biasa bahkan lebih dari luar biasa.....&lt;br /&gt;Sabtu lalu, ketika aku bertemu denganmu di Taman Kyai Langgeng, tak tau aku apa yang harus aku lakukan, katakan, atau apalah itu namanya.&lt;br /&gt;Aku sudah cukup puas dari hanya memandang matamu yang teduh yang menyimpan kasih sayang penuh bara cinta yang membakar bunga di jantungku.&lt;br /&gt;     Tangisan air mata yang aku kucurkan tak ingin kujadikan sebagai penghalang kepergianmu ke jeruji suci. Kebersamaan kita selama 2 tahun masih terhalang sucinya dinding tebal tempatmu mencari ketenangan di tengah peraduan yang aku sendiri kadang tak mengerti dan tak bisa memahaminya.&lt;br /&gt;     katamu, aku adalah satu-satunya wanita bukan muhrimmu yang menghiasi bibirmu di sela-sela do'amu.Kuharap dan kupercaya itu.....&lt;br /&gt;Terlalu banyak bayangan adam di sekelilingku, tapi kau bergeming dalam kesendirianmu dan kesetiaanmu.&lt;br /&gt;     Tak ada kata yang mampu ku sandarkan dalam diamku, dalam nafasku, dalam bimbangku, dan di segala kegalauan hidupku.&lt;br /&gt;Waktu itu pasti ada....karena kasih percaya bahwa senja hanya sementara....&lt;br /&gt;Kutunggu kau menjemputku dalam Kasih Nya....&lt;br /&gt;Kutunggu kau di hatiku....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-7851970609786067557?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/7851970609786067557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=7851970609786067557' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7851970609786067557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7851970609786067557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/10/kutunggu-kau-di-hatiq.html' title='Kutunggu Kau Di Hatiq'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-8594310538101221446</id><published>2008-09-13T21:47:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T22:02:22.370-07:00</updated><title type='text'>Para Pencari Tuhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;gak kerasa puasa udah masuk hari ke 14, ya.udah mau setengah bulan ternyata.......&lt;br /&gt;Oia secara icha anak komunikasi di IAIN Walisongo Semarang, icha mau nulis2 dikit gitu soal dakwah lewat media televisi yang akhir2 ini digandrungii banget...........&lt;br /&gt;Dari sekian banyak acara Ramadhan icha paling suka "Para Pencari Tuhan" itu lho sinetronnya Om Dedy Mizwar ama trio Bajaj and Zaskia Adya Mecca...&lt;br /&gt;Sinetron ini nggak menggurui. penuh pesan moral dan realita yang begitu bersahaja.&lt;br /&gt;Gak ada tokoh protagonis and antagonis, semua punya nilai sama.&lt;br /&gt;Apalagi sinetron ini berani menggebrak tayanangan sinetron religi lain yang menjamur bak cendawan di musim hujan.&lt;br /&gt;Itu lho kaya sinetron yang penuh adzab2 and siksaan sakaratul maut.&lt;br /&gt;Kalo sinetron kaya gitu gak mutu, gimana orang bisa cinta islam, lha wong baru liat filmnya aja udah serem and nakutin.&lt;br /&gt;kalo PPT, nasihatnya begitu sederhana tapi kena banget di hati.&lt;br /&gt;Jadi orang yang awam tentang agama bisa paham dengan mudah dan lebih tertarik untuk mempelajari agama..&lt;br /&gt;(Kalo Liat Om Dedy jadi ingat abah yang di rumah, secara wajah ma perawakannya hampir sama seh.......heehehe) Sekarang juga banyak kuis2 ramadhan yang isinya hura-hura,ketawa-ketawa tanpa ada pesannya sama sekali.&lt;br /&gt;hanya bungkusnya aja yang RAMADHAN tapi isinya SAMA AJA......TONG KOSONG......&lt;br /&gt;Pokoke PPT is The Best Lah...............&lt;br /&gt;Lucu, Religius, Mengharukan, Romantis, Kekeluargaan, Persahabatan semua ada!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-8594310538101221446?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/8594310538101221446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=8594310538101221446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/8594310538101221446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/8594310538101221446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/09/para-pencari-tuhan.html' title='Para Pencari Tuhan'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-7427089607397127117</id><published>2008-07-13T23:47:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T23:53:24.431-07:00</updated><title type='text'>fiuhhhhh........tapi kok???</title><content type='html'>akhirnya kemarin acara bimtes PMII nya kelar juga.......&lt;br /&gt;tapi kok masih ada acara2 yang laen yang nunggu ya............&lt;br /&gt;PASSKA, MAPABA......Walahhhhh!!!!&lt;br /&gt;udah gak pernah pulang, tambah kurus.........&lt;br /&gt;Sampe2 tanteku bilang aku kaya TKW yang habis dianiaya majikan&lt;br /&gt;Sebenernya jadi aktivis kampus ada enak nggak enaknya juga seh....&lt;br /&gt;enaknya bisa kenal banyak orang, baik dari Fakultas laen or dari kampus laen.&lt;br /&gt;Jadi kalo ketemu mereka bisa tebar senyum and pesona(hehehe)&lt;br /&gt;Mahasiswa baru ada yang cling!! gak ya????&lt;br /&gt;Bisa dapet banyak pengalaman walaupun harus dibayar dengan rasa capek yang enggak enak banget!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-7427089607397127117?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/7427089607397127117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=7427089607397127117' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7427089607397127117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7427089607397127117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/07/fiuhhhhhtapi-kok.html' title='fiuhhhhh........tapi kok???'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-7973436091716966446</id><published>2008-07-10T20:48:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T20:55:06.357-07:00</updated><title type='text'>AiR maTa</title><content type='html'>Lagi2 gue harus lihat air mata, setelah kemarin gue nangis habis2an gara2 Cinta yang salah&lt;br /&gt;Sekarang giliran gue harus ngelihat temen gue, sohib gue, netesin air mata... Dan itu (lagi-lagi) karena cinta.&lt;br /&gt;    Begitu dahsyatnya cinta, sampe2 air mata yang (kadang-kadang) menurut gue menjadi benda sakral coz kata Haikal air mata itu puncak suatu cinta.&lt;br /&gt;Sedih juga kalo harus ngelihat temen gue nangis....terluka karena cowok.....&lt;br /&gt;Why??? kadang2 gue mikir kenapa ya....harus ada cinta yang menyakiti.........&lt;br /&gt;Tapi semoga aja cinta yang (kadang-kadang) menyakiti bisa menjadikan manusia menjadi lebih menghargai cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-7973436091716966446?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/7973436091716966446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=7973436091716966446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7973436091716966446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7973436091716966446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/07/air-mata.html' title='AiR maTa'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-7697262205934097839</id><published>2008-07-10T01:15:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T01:22:45.902-07:00</updated><title type='text'>KeTiKa CiNtA (hArUs) MiLiH</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Emang bener katanya Merpati Band "tak Selamanya selingkuh Itu Indah" dan emang gak enak kalo (lagi-lagi) apa yang dinyanyiin Mata Band itu bener-bener ketahuan. Sayangnya untuk gue itu bukan temennya cowok gue.&lt;br /&gt;Dan sekaranglah baru gue sadari kalo cinta itu seharusnya bukan karena materi atau apa yang nampak dari luar, tapi yang berada jauuuuuuuuuuuuuh di dalamnya itu (lebih) urgent alias penting.&lt;br /&gt;Ketika orang yang jadi pelarian kita hanya sekedar nafsu sesaat dan bukan orang yang tepat benar-benar sungguh menyakitkan. Yach........meskipun air mata gue harus keluar untuk orang yang nggak tepat, seenggaknya apa yang gue keluarkan bisa menyadarkan gue kalo jalan gue SALAH........&lt;br /&gt;Dan Akhirnya Cinta Gue Jatuh Pada Malaikat Gue.......Haikal........&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-7697262205934097839?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/7697262205934097839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=7697262205934097839' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7697262205934097839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7697262205934097839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/07/ketika-cinta-harus-milih.html' title='KeTiKa CiNtA (hArUs) MiLiH'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-8056616738845229874</id><published>2008-07-08T23:23:00.000-07:00</published><updated>2008-07-08T23:30:55.693-07:00</updated><title type='text'>SPARTA!!hu!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SHRZ1dlFiWI/AAAAAAAAAAU/DLBwKpU4e0o/s1600-h/ce2+imut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SHRZ1dlFiWI/AAAAAAAAAAU/DLBwKpU4e0o/s320/ce2+imut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220896643037366626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;perkenalkan para cewek2 perkasa dari film 300, SPARTA!!!! hu!!!&lt;br /&gt;meskipun lagi makan teu...teup....sadar kamera...... hahahaha&lt;br /&gt;ini aja ngalahin lagu dangdut sepiring berdua (judulnya apa ya???) halah! pokoke yang ada lirik sepiring berduanya itu lho......kalo ini namanya makan sepiring buat satu RT, nyam....nyam..........&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-8056616738845229874?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/8056616738845229874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=8056616738845229874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/8056616738845229874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/8056616738845229874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/07/spartahu.html' title='SPARTA!!hu!!!'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SHRZ1dlFiWI/AAAAAAAAAAU/DLBwKpU4e0o/s72-c/ce2+imut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-5813820269208627878</id><published>2008-07-03T01:28:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T01:42:45.673-07:00</updated><title type='text'>Bukan Cewek Sembarangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SGyOhV2VSVI/AAAAAAAAAAM/QHDt7bqTEro/s1600-h/crew+MISSI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SGyOhV2VSVI/AAAAAAAAAAM/QHDt7bqTEro/s320/crew+MISSI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218702771667421522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ini neh...................anak2 MISSI yang gokil2 abizzzzzz&lt;br /&gt;Ada om gokil, mami risa, andika, ezta, wahyudi, diah, moenir, fadli, epin, pipi, karmila, sebenere seh masih banyak lagi......&lt;br /&gt;ne gambar tuh diambil di rumah sakit permata medika  ngaliyan semarang.&lt;br /&gt;Emang anak dasare MiSSi edan2 semuwa, masa rumah sakit dijadiin ajang kumpul2 and rame2 ulang tahun, nggenah pora jal???lihat aja mukane Andika(yang paling item dan paling melazz), udah sakit tapi grupyuk ma orang sekampung MISSI... Walah.........tapi moga cepet sembuh dehhhhhh!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-5813820269208627878?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/5813820269208627878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=5813820269208627878' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/5813820269208627878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/5813820269208627878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/07/bukan-cewek-sembarangan.html' title='Bukan Cewek Sembarangan'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x6TJKTALAyw/SGyOhV2VSVI/AAAAAAAAAAM/QHDt7bqTEro/s72-c/crew+MISSI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-7056712019906661602</id><published>2008-07-01T22:18:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T22:21:45.203-07:00</updated><title type='text'>Capexx.....!!!!sebel!!!!!</title><content type='html'>hari ini&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; sebel buangeeeeeeeeeettttttttttttttt.........capexxxx!!!BT!!!!&lt;br /&gt;udah nulis di komputer, udh beberapa lembar tapi tiba2 Mr. Komp ny nge HEnk dgn Indahnya..... kacau nggak sehhhhhhhh&lt;br /&gt;Sapa coba yang mau disalahin???Mr. Komp......please deh........&lt;br /&gt;Tarik napas........buang.........pfhuhhhhhhhh..........&lt;br /&gt;AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-7056712019906661602?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/7056712019906661602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=7056712019906661602' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7056712019906661602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/7056712019906661602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/07/capexxsebel.html' title='Capexx.....!!!!sebel!!!!!'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-394174428526434528</id><published>2008-02-12T20:45:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T20:49:06.656-08:00</updated><title type='text'>Dunia Qta, Dunia Cinta</title><content type='html'>Dunia qta dunia cinta&lt;br /&gt;Karena cinta terciptalah dunia&lt;br /&gt;karena cinta qta ada&lt;br /&gt;Dan karena cinta kita hidup&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-394174428526434528?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/394174428526434528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=394174428526434528' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/394174428526434528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/394174428526434528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/02/dunia-qta-dunia-cinta_12.html' title='Dunia Qta, Dunia Cinta'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1078412877345760127.post-9173742252812844121</id><published>2008-02-12T20:26:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T20:40:13.395-08:00</updated><title type='text'>Dunia Qta, Dunia Cinta</title><content type='html'>Dunia emang luas banget, lebih luas daripada daun kelor(yai yalah.....anak kecil juga tau....)&lt;br /&gt;Apalagi kalau ngomongin soal cinta, wuuuuuuuuuuuuuiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhhh nggak ada habisnya deh! dari zaman adam sama hawa sampe sekarang zamannya Glen Alinskie sama Chealsea Olivia.&lt;br /&gt;    Majalah isinya cinta, sinetron isinya juga cinta.....apalagi menjelang valentine kaya gini........... semua serba pink....gak di mall gak di toko, bahkan warung sekalipun semua serba cinta.  Cinta  emang indah, tapi cinta juga sulit banget didefinisikan....tapi yang pasti cinta hanya dapat dirasakan sama orang2 yang punya rasa cinta.&lt;br /&gt;Cinta itu kaya maling, datangnya tanpa permisi......&lt;br /&gt;Tapi bolehlah kalau dibilang Dunia Qta, Dunia Cinta.....suit.....suit........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1078412877345760127-9173742252812844121?l=kataqta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataqta.blogspot.com/feeds/9173742252812844121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1078412877345760127&amp;postID=9173742252812844121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/9173742252812844121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1078412877345760127/posts/default/9173742252812844121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataqta.blogspot.com/2008/02/dunia-qta-dunia-cinta.html' title='Dunia Qta, Dunia Cinta'/><author><name>Richa Miskiyya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06587251040887720400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-uZd_YsJXfno/TnylBcEr25I/AAAAAAAAAD8/k3DtkAgLlsI/s220/DSC07694%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
